ShowBiz

5 Aktor Film Indonesia yang Seorang Mualaf, Salah Satunya Mantan Rampok!

tennis1

Johny Indo kini menjalani aktivitas sebagai ustad

Photo: Johny Indo. (ist)

LAKEYBANGET.COM - Mualaf adalah sebutan untuk orang non muslim yang memutuskan berpindah keyakinan memeluk agama Islam. Ketika hal itu terjadi, biasanya disertai dengan pengalaman rohani, haru dan inspiratif di balik keputusan menjadi mualaf.

Lalu, siapa saja deretan aktor Indonesia yang merupakan seorang mualaf? Berikut lima diantaranya versi lakeybanget.com:

1. Christian Sugiono

Pria yang akrab disapa Tian ini memeluk agama Islam menjelang pernikahannya dengan aktris Titi Kamal. Menjalin hubungan selama kurang lebih sepuluh tahun, kabarnya keduanya sulit bertemu di pelaminan lantaran perbedaan agama.

Kala itu, Titi sempat menyatakan tidak akan menikah dengan pria yang tidak seiman. Hingga akhirnya Tian mengucapkan dua kalimat syahadat di rumah orang tua Titi, di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Kini, Tian dan Titi telah dikaruniai dua orang putra, yakni Arjuna Zayan Sugiono dan Kai Attar Sugiono sejak menikah pada tahun 2009 silam. Diantara film yang diperankan Tian yakni Catatan Akhir Sekolah, Jomblo dan Ada Apa Dengan Cinta 2.

2. Steve Emmanuel

Pemeran Fritz dalam sinetron Buku Harian Nayla ini mengucap dua kalimat syahadat pada akhir Mei 2008 silam. Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menjadi saksi mualaf aktor tampan tersebut.

Ia kemudian mengganti namanya menjadi Yusuf Iman dan berikrar untuk menjalankan syariat Islam serta meninggalkan jauh-jauh hal yang dilarang, seperti minum-minuman keras. Steve pernah berperan dalam film Lihat Boleh Pegang Jangan (2010) dan Dream Obama (2013).

3. Johny Indo

Johanes Hubertus Eijkenboom atau yang biasa dipanggil Johny Indo adalah aktor senior kelahiran 1948. Namun, ternyata sosoknya terkenal lantaran rentetan aksi kriminalnya dan dilakukan bukan dalam sebuah film.

Pada era 1970-an, Johny bersama kelompok yang ia bentuk, yakni Pasukan China Kota (Pachinko) kerap memimpin aksi perampokan toko emas di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya, ia merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979.

Hingga akhirnya Johny berhasil ditangkap di Sukabumi dan dijebloskan ke Nusakambangan setelah kelompok Pachinko lebih dulu tertangkap. Dalam merampok, Johny sendiri terkenal akan kebiasaannya membagi-bagikan hasil rampokan ke masyarakat kurang mampu.

Ia mengaku ulahnya terinspirasi dari kisah legendaris Robin Hood dan Si Pitung. Setelah bebas, Johny akhirnya memeluk agama Islam dan bermain dalam belasan film.

Salah satunya mengangkat kisah dirinya berjudul Johny Indo pada 1987. Film-film lainnya yaitu Titisan Si Pitung (1989)

Laura Si Tarzan (1989) dan Misteri Cinta (1989).

Siapa sangka, Johny saat ini memilih hidup sebagai seorang ustad dengan nama Umar Billah. Ia kerap mengisi ceramah di berbagai lapas di seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman dengan para narapidana.

4. Ray Sahetapy

Aktor senior Ferenc Raymond Sahetapy yang akrab dipanggil Ray Sahetapy ternyata terlahir sebagai non muslim. Mantan suami Dewi Yull ini memilih menjadi mualaf sejak tahun 1992.

Diantara judul film yang diperankannya yakni Haji Backpacker (2014), Sepatu Dahlan (2014), Crazy Love (2013) dan The Raid (2012). Bahkan Ray sempat akan muncul dalam film yang dirilis rumah produksi terkenal dari Hollywood, Marvel, yaitu Captain America: Civil War.

Aktor kawakan itu sudah merampungkan adegannya yang berperan sebagai juru lelang

Namun sayang, adegan Ray harus dipotong karena jalan cerita yang dianggap tidak cocok dan memupuskan kesempatan Ray untuk

menjadi aktor Indonesia pertama di semesta film Marvel.

5. Willy Dozan

Aktor legendaris ini mulai belajar soal Islam dan menjadi muallaf saat akan menikahi Betharia Sonata di tahun 1990. Meski akhirnya bercerai pada akhir Agustus 2002 dengan dikaruniai dua orang anak, yakni Mohammad Leon Rahman Dozan dan Nabila Rahman Dozan.

Diantara judul film yang ia perankan yakni Karate Sabuk Hitam (1979), Sang Pemberani (2014), Pendekar Liar (1983). Ia pernah tinggal di Hongkong, Taiwan,

Jepang dan Amerika Serikat selama beberapa tahun untuk mempelajari dan menekuni film bergenre laga.


Most Popular