ShowBiz

5 Film Reliji Inspiratif

tennis1

Meski produksi film reliji masih terbilang terbatas, ada beberapa film yang kamu bisa jadikan sumber inspirasi.

Photo: foto : sinemart dan wikipedia (montage)

Menonton film bukan sekedar mencari hiburan lho,, Guys. Ada inspirasi, wawasan, bahkan ilmu di sana. Berikut beberapa film reliji yang bisa menjadi referensi buat kamu. Semoga juga mengingatkan kembali para filmaker dan rumah produksi untuk melirik pangsa film reliji yang tentu baik bagi perkembangan sinema Indonesia. .  

  • Ayat-ayat Cinta
Ayat-ayat Cinta itu film reliji atau film romansa? Kamu boleh saya mengambil kesimpulan sendiri. Tergantung cara pandang dan wawasanmu. Namun, tidak salah bila banyak kalangan menggolongkannya menjadi film reliji Islami.

Hanung Bramantyo memiliki cara pandang yang khas dan kemampuan unggul sebagai filmmaker. Mengadaptasi novel ke layar lebar tidaklah semudah membalik telapak tangan, Guys.  

Film produksi MD entertainment ini sangat sukses di pasaran. Kesuksesan komersial yang bisa dicapai film bertema reliji sungguh sangat langka. Ayat-ayat Cinta sebagai film memang agak berbeda secara substansial dengan novelnya.

Film yang dibintangi Fedi Nuril, Rianti Cartwright, dan Carissa Putri ini akan menjadi kenangan sepanjang masa. Masterpiece Kang Abik yang juga menguatkan eksistensi Hanung sebagai sutradara ini nampaknya akan sulit terulang lagi. Film ini mampu menarik penonton sebanyak 3.581.947 orang, lho.

 

  • 99 Cahaya di langit Eropa
Film yang diangkat dari kisah nyata Hanum Salsabila dan suaminya selama menetap di Eropa. Novelnya terbukti laris. Kisah yang inspiratif dan membawa imajinasi pembaca novelnya dan penonton filmnya untuk ‘berkelana’ ke pusat-pusat peradaban Eropa.

Film ini menggambarkan pengalaman nyata menjadi minoritas muslim di Barat yang notabene lekat dengan peradaban Kristen. Tokoh yang memiliki latar belakang Turki memberi perspektif tersendiri. Mengingat Turki adalah titik temu Asia dan Eropa, juga cara pandang Muslim dan (Kristen) Barat.

Hanum bertemu dengan perempuan Turki dan anaknya. Interaksi mereka membawa Hanum pada perenungan yang mendalam tentang makna kehidupan spiritual di negeri-negeri Eropa. Cara pandang dan sikap seorang Muslim yang seringkali menghadapi ketidakramahan bahkan tekanan dipelajarinya dari temannya.

Film ini juga mengisahkan bagaimana Rangga harus mempertahankan keteguhan akhlaknya kala berteman dengan teman-teman Eropanya. Bahkan, tak jarang Ia harus adu argumentasi. Dan Rangga menyampaikannya dengan logika yang kuat, dengan penyampaian yang santun namun tegas. Bahwa sikapnya bukanlah bentuk intoleransi, namun keyakinan yang bersandar pada fitrah manusia untuk menjaga iman dan kesalehannya.    

 

  • Ketika Cinta Bertasbih
Film ini dibesut oleh sutradara senior alm. Chaerul Umam. Film ini disebut rumah produksi Sinemart sebagai mega sinema. Film berbiaya cukup besar, mengambil seluruh lokasi syuting di negeri Mesir. Semua itu demi mendukung orisinalitas dalam penuturan kisah dan totalitas Chaerul Umam sebagai sutradara yang mencintai seni sebagai jalan profetiknya.   

KCB sukses sebagai novel. Habibburrahman El-Shirazy mampu mengangkat isu Islam aktual dalam kehidupan masyarakat modern. Penulis kisah ini memang punya latar belakang pendidikan di Mesir, hingga kisah yang ditulisnya dengan latar belakang negeri itu nampak begitu nyata dan detail.

Kang Abik, kembali menggali kisah cinta yang Islami. Cinta yang didasari cinta sejati kepada Sang Maha Cinta. Azzam yang berasal dari keluarga sederhana mendapat kesempatan belajar ke Universitas Al Azhar, Mesir. Beasiswa yang pas-pasan dan wafatnya sang Ayah mendorong Azzam berwirausaha jualan tempe di Mesir. Bisnis ini menuntunnya untuk bisa dikenal luas oleh mahasiswa lain dan orang-orang di KBRI Mesir.

Azzam harus menghadapi kenyataan pahit saat Ia harus melabuhkan cintanya. Sesuai prinsip dan nuraninya, Ia mencintai dan ingin meminang Anna Althafunnisa. Namun, status sosial membuat cintanya kandas. Anna dipinang Furqan, teman Azzam yag berasal dari keluarga terpandang.

Sementara Eliana, putri seorang dubes, sangat menaruh hati pada Azzam. Kecantikan dan kedudukan sosial Eliana yang tinggi sangat menggoda banyak lelaki. Namun, Azzam lebih memilih berpegang pada prinsip dan kata hatinya.

Takdir Allah akhirnya mempertemukan Azzam dan Ana. Mereka pun, dengan izin Allah, bisa menjadi sepasang suami istri yang merajut cinta di atas landasan cinta sejati. Cinta kepada Allah.  

 

  • Negeri 5 Menara
“Man Jadda Wa Jadda”. Kalimat itu menjadi semangat film ini. Barangsiapa yang Bersungguh-sungguh, ia akan Berhasil. Pengalaman selama menjadi santri dieksplorasi oleh Anwar Fuadi dengan sangat baik dalam novel. Negeri 5 Menara menjadi salah satu novel terlaris.   

Film ini juga diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Kisah yang diangkat dari pengalaman hidup Anwar Fuadi. Karakter dengan perbedaan latar belakang daerah dan keluarga membuat kisah ini lebih hidup dan memberi wawasan keragaman. Salah satu pelajaran hidup yang paling berharga adalah mengenal dan berinteraksi dengan teman yang berasal dari berbagai daerah.

Harapan dan cita-cita menjadi ruh film ini. Penonton mendapatkan semangat dan motivasi untuk belajar dari sekolah dan kehidupan. Bahwa doa dan ikhtiar yang konsisten akan membawa pada kebaikan. Tak selamanya mulus, takdir kadang berkata lain. Tapi semua pasti indah pada waktunya. Kisah tentang Baso yang harus pulang ke kampung halaman saat duduk di kelas 5 karena harus merawat neneknya di Sulawei sungguh menyentuh.

Fuadi sendiri adalah santri Gontor yang gigih untuk mendapatkan kesempatan belajar sampai ke berbagai belahan dunia. Beasiswa untuk  kuliah dan program short-course yang didapat Fuadi bisa membawanya meraup ilmu sekaligus memperkaya wawasannya.

 

  • Assalamualaikum Beijing
 “Jika kau tak menemukan cinta, biarkan cinta menemukanmu”. Pesan itu yang disampaikan film ini. Cinta yang terkhianati, tak harus membawa dendam. Namun, kesetiaan dan komitmen menjadi sesuatu yang lebih berharga.    

Kisah yang ditulis Asma Nadia ini memang menarik. Asma sudah sukses sebagai penulis novel dan buku. Gagasan dan cara bertuturnya luar biasa. Ia mampu menyihir para pembaca novelnya untuk larut dalam imajinasi dan pengalaman hidup.

Dewa, pacar Asmara, berselingkuh dengan teman sekantornya, Anita. Perselingkuhan yang hanya berlangsung sekali namun membuahkan janin di rahim Anita. Asma pun demikian sakit hati. Untuk melupakan kesedihan itu, Asma pertgi ke China.

Di Beijing, Asma menemukan getaran kasih. Zhongwen membuatnya jatuh cinta. Namun, kala bahagia ada di depan mata, Ia harus menghadapi kenyataan mengidap sindrom APS. Penyakit yang bisa merenggut nyawanya kapan saja.  


Most Popular