WHAT`S UP

Memori di Android

tennis1

Kebutuhan pada andorid yang semakin mumpuni kadang memerlukan memeori yang cukup handal

Photo: iamelectricalengineer

Kebutuhanmu pada gadget semakin tinggi? Terutama smartphone ya?

Saat ini android atau smatphone memang sudah merambah ke semua kalangan masyarakat. Berbagai kebutuhan kerja, hiburan, dan sosialisasi membutuhkan perangkat ini. Bersamaan dengan teknologi yang menyediakan koneksi internet yang semakin cepat, smartphone pun butuh spesifikasi yang lebih canggih.

Banyak yang harus kamu pertimbangkan saat membeli smartphone. Yang boleh dikata sebagai nyawa dari smartphone adalah prosessor, memori, dan batere. Kecepatan dan kemampuan membuka aplikasi secara bersamaan semakin kamu butuhkan.

Nah, pada kesempatan ini kita akan bahas tentang memori di andorid atau smartphone. Untuk smartphone dan tablet Android saat ini pada umumnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Internal/System storage, Phone/USB Storage, dan SD card.

Berikut penjelasan perbedaan istilah memori Android:

Internal Storage / System Storage :  Memori ini berguna khusus untuk menyimpan file yang berhubungan dengan aplikasi atau game. Setiap kali kalian menginstall game/aplikasi, kapasitas memori ini akan berkurang. Memori internal tidak dapat digunakan untuk menyimpan konten pengguna seperti foto, video, musik, dokumen dan sebagainya.

Phone Storage / USB Storage : Bisa digunakan untuk menyimpan file aplikasi / game namun bisa juga untuk menyimpan segala jenis file yang lain seperti foto, dokumen, dsb.

SD card / Kartu SD : Memori ini menunjukkan kapasitas memory card (biasanya jenis microSD) yang terinstall pada perangkat Android.

SD card berbentuk semacam kartu kecil dan bisa dilepas pasang dan bisa diganti besar kapasitasnya.

Apabila pada spesifikasi ditulis besar memori telepon, biasanya memori tersebut adalah total dari System storage + Phone (USB) storage.

Besarnya pembagian antara system storage dengan phone storage ada yang dibagi 50:50, ada yang lebih banyak USB storage dibanding system storage dan sebaliknya.

Contohnya pada spesifikasi ditulis memori internal = 16 GB. Maka memori tersebut bisa saja terdiri dari: 1 GB System storage dan 2 GB phone storage (tergantung pengaturan pabrik).

Bila ditotal menjadi 4 GB + 8 GB = 12 GB, kemana sisa 4 GB-nya?

4 GB yang tidak terlihat dipakai untuk file instalasi sistem operasi Android atau sering disebut ROM (Read Only Memory) walau sebenarnya istilah ini kurang tepat.

Jadi 16 GB tersebut terdiri dari: 4  GB System Storage, 8 GB Phone Storage, 4 GB ROM / firmware / Sistem Operasi Android

Tentang RAM

RAM sendiri adalah singkatan dari Random Access Memory. Dari kepanjangannya kita bisa mendapatkan gambaran bahwa hardware ini adalah memori yang bersifat sementara. RAM pada dasarnya adalah tempat yang didalamnya berisikan data aplikasi yang sedang dijalankan.

RAM diukur dalam besaran megabyte hingga gigabyte. Karena sifatnya yang hanya sementara, data pada RAM akan hilang apabila perangkat atau smartphone volatile yang artinya data dalam RAM tidak ditulis secara permanen. Kalau listrik mati karena  smartphone dimatikan atau habis batere, maka memori di RAM akan terhapus.

RAM adalah singkatan Random Access Memory, fungsinya untuk menyimpan data sementara. Prosesor membutuhkan data-data atau informasi berkecepatan tinggi setiap kali ingin melakukan suatu “proses” dan data-data tersebut diambil dari RAM.

Oleh karena kegunaannya, kecepatan transfer (transfer rate) RAM di desain jauh lebih tinggi dibanding memori biasa. Prosesor berkinerja baik kalau digabungkan dengan kapasitas RAM yang kecil kerjanya akan tidak optimal.

Jika kalian membeli sebuah smartphone atau tablet Android dan ketika dilihat di sistem, besar RAM tidak sesuai dengan yang tertera pada spesifikasi, hal tersebut adalah wajar. RAM yang terbaca adalah besarnya RAM yang dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi dan game dan yang tidak terbaca sudah dipergunakan untuk menjalankan sistem Android.

Contohnya kalian membaca pada kertas spesifikasi bahwa RAM perangkat kalian = 1 GB / 1000 MB, namun saat dilihat pada handphone (dapat dilihat di Settings > Apps > Running) besarnya hanyalah, misalnya 800 MB.

Itu artinya untuk menjalankan sistem operasi Android, dibutuhkan alokasi RAM sebesar 200 MB. Jadi secara hardware memori RAM perangkat kalian benar 1 GB, namun yang dapat digunakan oleh aplikasi dan game hanyalah sebesar 800 MB karena yang 200 MB dibutuhkan untuk dapat menjalankan sistem secara keseluruhan

ROM

ROM merupakan singkatan dari Read Only Memory. ROM merupakan jenis memori yang hanya dapat dibaca dan tidak dapat diisikan atau ditulisi data.

Pengisian data tersebut harus dilakukan dengan menggunakan proses khusus. Jenis data pada ROM adalah jenis memori non volatile yang artinya data dalam ROM secara permanen tertulis dan tidak terhapus ketika sumber listrik padam.

Semakin sedikit usaha pengambilan data dari ROM ke prosesor dengan perantaraan RAM tadi, maka sudah jelas semakin sedikit juga waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi sebuah aplikasi.

Dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran RAM, maka akan semakin cepat kinerja smartphone nya. Fungsi lain dari RAM adalah sebagai ruang penyimpanan hasil olah data sementara saat eksekusi program dilakukan. Sama halnya dengan eksekusi jenis lain, data hasil eksekusi akan diletakkan di RAM, sampai ada perintah untuk memindahkan data dari RAM ke ROM.

.