WHAT`S UP

Ekspresi Lebaran Gen Milenial

tennis1

Dari yang puitis hingga yang jenaka, kreatifitas yang memperdalam makna

Photo: meme lebaran

LAKBAN- Kamu yang muslim besok sudah merayakan lebaran, menyambut hari baru setelah ‘diklat’ yang menempa kita menjadi semakin takwa. Semakin takut berbuat salah, semakin kuat menghindari maksiat. Rasa haru dan bahagia campur jadi satu. Apalagi bagi yang bisa mudik dan dan melepas rindu dengan keluarga dan sahabat di kampung halaman.

Ada yang sibuk dengan persiapan fashion lebaran, ada juga yang berkutat dengan persiapan menu yang akan dihidangkan di hari fitri. Yah, lebaran memang sudah sulit melepaskan diri dari geliat budaya dan ekonomi.

Tentu saja, kamu harus ingat bahwa semua kesibukan itu jangan sampai melupakan esensi hari raya yang sebenarnya sarat dengan pesan khidmat. Juga kepedulian bagi mereka yang membutuhkan.

Akhir Ramadhan kita merasa kehilangan. Bagaimanapun, puasa yang seringkali berat terasa di awal bulan Ramadhan sudah mulai terasa ringan. Di hari-hari terakhir, kita semakin akrab dengan perut lapar dan rasa dahaga. Bahkan tubuh kita menjadi terasa semakin sehat dan bugar. Makan lebih teratur, asupan gizi lebih kita perhatikan, dan minum air putih lebih banyak saat iftar dan sahur.

Menjelang Idul Fitri, salah satu agenda pentingnya adalah menyiapkan ucapan selamat dan doa buat teman dan handai tolan. Dulu, ucapan selamat masih mengandalkan kartu ucapan selamat yang ditulis atau di cetak di atas kertas. Kali ini, generasi milenial lebih mengandalkan ucapan via medsos, termasuk yang dalam bentuk meme maupun video.

Ucapan selamat hari raya yang puitis dan tak jarang cukup panjang ditulis dan dibagikan melalui FB, IG, WA, dan sejenisnya. Tak dipungkiri lebih banyak yang copy-paste dari kiriman orang lain. Dengan sedikit modifikasi terutama dengan menuliskan identitas kamu di sana, ucapan itu sah mewakili permohonan maaf kamu ke teman dan kerabat.

Ucapan puitis itu antara lain “Harta paling berharga adalah sabar. Teman paling setia adalah amal. Ibadah paling indah adalah ikhlas. Identitas paling tinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan.”

Tak jarang ucapan selamat Idul Fitri juga disampikan dengan pilihan kata dan untaian kalimat yang jenaka. Misalnya pada ucapan “ Biarkan bang Toyib gak pulang tiga kali lebaran, yang penting ucapan maaf dan angpaunya gak kelupaan ”.  Sesekali dengan mengutip bahasa daerah masing-masing. Tentu semua sah-sah saja sepanjang esensi saling mendoakan tidak dilupakan dan menjadi inti pesan yang kamu sampaikan.

Disamping itu masih banyak meme dan video yang juga bisa dilirik sebagai ungkapan ekspresi gen milenial di momen hari raya. Apapun itu, kreatifitas dan estetika akan menjadikan Idul Fitri kita lebih ceria tanpa kehilangan maknanya.