WHAT`S UP

Cara Pemimpin Kharismatik Menginspirasi Publik (Bagian 1)

tennis1

Orang tergerak atau terinspirasi karena limbik otaknya ‘tersentuh’ dengan penjelasan mengapa seorang pemimpin mengerjakan sesuatu, bukan soal apa yang dikerjakannya.

Photo: simon sinek (c) TEDx

LAKBAN – Mengapa para pemimpin itu bisa menjadi inspirasi bagi publik? Simon Sinek menguraikannya dengan pendekatan yang berbeda. Keberhasilan CEO Apple dalam mengembangkan produk dan bisnisnya menjadi salah satu kajiannya. Disamping itu juga kemampuan Martin Luther King memperjuangkan Hak-hak Sipil. Yang juga menarik adalah keberhasilan Wright Bersaudara dalam memimpin tim yang dipandang sebelah mata hingga mampu menerbangkan pesawat menjadi contoh pendekatannya.

Ternyata, ada sebuah pola, yaitu bahwa semua pemimpin besar dan inspiratif dan organisasi-organisasi besar di dunia, baik itu Apple, atau Martin Luther King, atau Wright bersaudara, mereka semua berpikir, bertindak dan berkomunikasi dengan cara yang sama. Pola inilah yang menarik Sinek untuk mengkajinya lebih lanjut.

Pemimpin yang inspiratif dan organisasi yang inspiratif, tanpa memperhatikan besar dan industri mereka semua berpikir, bertindak dan berkomunikasi dari dalam ke luar. Berbeda dengan kebanyakan orang yang berfikir sebaliknya. Ternyata publik membeli atau mau bergabung dalam sebuah gerakan karena alasan yang mendasar yaitu mengapa anda mengerjakannya.

Orang membeli sesuatu karena tergerak setelah mendengar tentang mengapa kamu mengerjakan atau membuat sebuah produk, bukan tentang apa yang Anda kerjakan. Tujuannya bukanlah untuk berurusan dengan tiap orang yang butuh sesuatu yang kamu miliki. Tujuannya adalah berurusan dengan orang-orang yang percaya dengan apa yang kamu percayai. Inilah bagian terpentingnya.

Ini semua berdasarkan prinsip biologi. Bukan psikologi, tapi biologi. Jika Anda melihat belahan otak manusia, dari atas ke bawah, Otak manusia yang Anda lihat sebenarnya bisa dibagi menjadi 3 bagian utama yang berhubungan dengan lingkaran emas. Otak terbaru kita, otak dari homo sapien, di lapisan luarnya, mewakili tingkatan "apa".

Lapisan luar otak bertanggung jawab untuk segala pemikiran yang analitis dan rasional serta kemampuan bahasa. Dua bagian di tengah adalah sistem limbik otak. Limbik otak bertanggung jawab untuk perasaan kita, seperti kepercayaan dan kesetiaan. Limbik juga mengatur semua perilaku manusia, pengambilan keputusan, tidak ada hubungannya dengan bahasa.

Dengan kata lain, saat kita berkomunikasi dari luar ke dalam, ya, orang bisa mengerti banyak informasi yang sulit, seperti fitur, keuntungan, fakta dan angka. Tapi hal itu tidak menggerakkan perilaku. Saat kita berkomunikasi dari dalam ke luar, kita sedang berbicara secara langsung dengan bagian otak yang mengendalikan perilaku, lalu orang akan merasionalisasikannya dengan benda yang kita katakan dan melakukannya.

Inilah asal keputusan yang berani. Kamu tahu, terkadang kamu bisa memberikan semua fakta dan angka, dan mereka berkata, "Saya tahu semua fakta dan rincian tersebut, tapi terasa tidak cocok. Mengapa kita menggunakan kata "terasa" tidak cocok? Karena bagian otak yang mengendalikan pengambillan keputusan, tidak mengendalikan bahasa. Dan hal terbaik yang dapat kita pikirkan adalah, "Saya tidak tahu. Rasanya tidak cocok."

Atau terkadang kamu berkata bahwa kamu mengikuti kata hati atau kamu mengikuti jiwa Anda. Sebenarnya, bukan bagian tubuh lainnya yang mengendalikan perilaku kamu. Semua terjadi di otak limbik kamu, bagian otak yang mengendalikan pengambilan keputusan, bukan bahasa.