5 Rahasia Bisnis Food Truck

 5 Rahasia Bisnis Food Truck
(c) twitter

Bisnis Food Truck menjadi salah satu pilihan bagi kamu yang memiliki minat usaha di bidang kuliner. Pada dasarnya bisnis ini adalah gabungan antara model resto dan pedagang keliling. Dapur dan display makanan dan minuman yang memanfaatkan kabin mobil.

Dulu, orang menjajakan makanan dan minuman dengan dipikul. Ada juga yang menggunakan sepeda. Lalu hingga kini orang juga banyak menjajakan makanan dengan gerobak. Kebutuhan mobilitas penjaja makanan makin tinggi dan lahirlah ide membuat Food Truck.

Di negara-negara Barat, keberadaan Food Truck mungkin sudah tak asing lagi. Telah lama usaha ini berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat pada beberapa jenis makanan dan minuman yang populer. Dari jualan hotdog, eskrim, kebab, donat dan sebagainya.

Sejarah food truck di Amerika Serikat dikaitkan dengan Charles Goodnight yang merancang chuck wagon. Kereta kuda yang dimodifikasi menjadi penyedia makanan dan minuman buat orang yang menghabiskan waktunya di perjalanan panjang. Tidak hanya menjadi tempat ngariung para koboi, chuck wagon juga menjadi tempat orang minta bantuan medis.   

Saat ini, banyak event yang memungkinkan kerjasama dengan para penjaja makanan. Namun tidak semua lokasi event memiliki fasilitas untuk membuka booth khusus penjaja makanan. Alhasil, di parkiran atau ruang terbuka lainnya bisa dimanfaatkaan oleh para penjaja makanan ala food truck.

PERTAMA. Makanan atau minuman apa yang kamu jual. Beberapa jenis makanan memang berasal dari menu asing. Kebab Turki contohnya. Makanan ini laris manis dijual di lapak food truck. Ada juga makanan dari Korea yang mulai dijadikan alternatif para pemburu kuliner. Makanan Korea mungkin cocok buat kamu yang juga demen K-pop, Drakor, dan semacamnya. Makanan dari Meksiko juga oke. Ada tachos, nachos, dan buritos.

Eskrim, minuman coklat panas atau es coklat, kopi, aneka jus dan milkshake menjadi menu minuman yang laris manis juga di lapak food truck. Kamu perlu memastikan kelebihan rasa dan manfaat minuman yang kamu jual. Misalnya dengan bahan yang alami, juga kandungan gizi yang bermanfaat bagi konsumen.   

KEDUA. Pengemasan dan Penyajian. Makanan dan minuman cepat saji menjadi pilihan karena pengemasan dan penyajiannya yang ringkas dan tidak membutuhkan waktu lama. Penyimpanan bahan bakunya juga menjadi pertimbangan. Juga peralatan penyajiannya.

Konsumen bisa melihat bagaimana kebersihan dapurmu. Kemasan yang menarik dan ramah lingkungan juga perlu kamu perhatikan.

KETIGA. Keterlibatan dalam Komunitas. Para penjual dan pembeli di lapak food truck tidak sedikit yang demen nongkrong. Mereka berada di suatu tempat untuk ngumpul dan bersosialisasi dengan teman dan kerabat.

Dari komunitas inilah kamu bisa mengadakan event bersama, menjalin kerjasama dengan berbagai fihak, bertukar gagasan dan saling bantu.

KEEMPAT. Event dan Lokasi. Fleksibilitas dan mobilitas menjadi kunci bisnis food truck. Kamu bisa mangkal di suatu tempat pada hari-hari biasa. Lokasi itu mungkin menjadi tempat yang cocok bila belum ada penjaja makanan dan minuman yang lain. Bisa juga di lokasi yang sudah ada penjual kuliner dan kamu membuat kesepakatan dengan ‘orang lama’ yang sudah mangkal duluan di lokasi itu. Yang penting kamu minta izin dan bisa melakukan pedekate dengan mereka.

Pada event tertentu kamu bisa manfaatkan juga. Biasanya kamu berkoordinasi dengan panitia event tersebut.   

KELIMA. Desain Kendaraan. Kalau rancangan kendaraanmu menarik, tentu akan menjadi salah satu alasan bagi calon konsumen untuk meirik daganganmu. Ini menjadi bagian yang melekat pada branding dan marketing bisnis foddtruck mu.

Kalau kamu tertarik, kamu bisa dekati komunitas food truck di kotamu!