ADA APA DI MUSEUM KITA? (1)

ADA APA DI MUSEUM KITA? (1)

LAKEYBANGET.COM – Muka lu tuh pantesnya jadi koleksi museum? Wah sarkastik benget ya. Terkadang kita sering kelepasan kalau bercanda. Padahal museum kan tempat yang menyimpan benda-benda menarik, memiliki nilai sejarah yang tinggi, dan mahal tak ternilai.

Mahal? Ya. Tentu karena koleksi yang tersimpan bukan sembarangan. Walaupun berujud batu, misalnya,  adalah prasasti atau arca yang sangat mungkin lebih mahal dari emas karena nilai historiknya. Jangan bandingkan tablet batu dengan pahatan huruf kuno itu dengan tablet elektronikmu guys! Jauh lebih mahal tablet batu itu.

Walaupun koleksi museum sudah bisa kamu akses sebagian melalui internet, namun melihat langsung koleksi museum memiliki nuansa yang berbeda. Kamu bisa berhadapan dengan artefak dari jarak dekat. Melihat detailnya dan merasakan sensasinya.  

Di Jakarta, ada Museum Nasional. Di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah Kementerian Pertahanan.  Di halamannya berdiri Patung Karya Nyoman Nuarta, bentuknya seperti pusaran.  Indah dan spektakuler. Sangat mewakili makna kehadiran museum dalam pusaran waktu dan sejarah manusia.

Kamu hanya perlu merogoh kocek 5 ribu rupiah untuk masuk ke sana. Ada gedung A dan gedung B. DI gedung A yang juga disebut gedung Arca kamu bisa melihat koleksi langka yang dikumpulkan sejak zaman Hindia Belanda. Arca dan prasasti dengan berbagai ukuran ada di sana. Termasuk arca Bhairawan setinggi lebih 4 meter yang merepresentasikan Adityawarman berdiri di atas mayat dan tengkorak. Wow, dahsyat guys!

Di Gedung B kamu bisa langsung naik ke lantai 4. Koleksi keris dan benda perhiasan atau regalia yang terbuat dari emas, perak, berlian dan logam atau batu mulia lainnya terpajang di sana. Tapi kamu gak boleh motret. Kalau perlu gambar koleksinya browsing aja.  

Apa sih tujuan dari museum modern? Tujuan dari museum modern adalah untuk mengumpulkan, melestarikan, menafsirkan, dan menampilkan benda-benda yang memiliki makna artistik, budaya, atau ilmiah untuk pendidikan masyarakat.  Museum adalah gudang pengetahuan.

Museum-museum sejarah alam di akhir abad ke-19 mencontohkan keinginan Victoria untuk konsumsi dan ketertiban. Mengumpulkan semua contoh dari setiap klasifikasi bidang pengetahuan untuk penelitian dan untuk tampilan adalah tujuannya.

Ketika perguruan tinggi Amerika tumbuh pada abad ke-19, mereka mengembangkan koleksi sejarah alam mereka sendiri untuk digunakan siswa mereka. Pada kuartal terakhir abad ke-19, penelitian ilmiah di universitas-universitas bergeser ke arah penelitian biologi pada tingkat seluler, dan penelitian mutakhir dipindahkan dari museum ke laboratorium universitas.

Sementara banyak museum besar, seperti Smithsonian Institution, masih dihormati sebagai pusat penelitian, penelitian tidak lagi menjadi tujuan utama kebanyakan museum.

Sementara ada perdebatan yang sedang berlangsung tentang tujuan interpretasi koleksi museum, ada misi yang konsisten untuk melindungi dan melestarikan artefak untuk generasi mendatang.