Balad Jokowi: Mahfud MD Pilihan Paling Objektif dan Rasional Bagi Jokowi

Balad Jokowi: Mahfud MD Pilihan Paling Objektif dan Rasional Bagi Jokowi
Ilustrasi foto/Net

LAKBAN - Setelah disebut cawapres Jokowi mengerucut pada dua nama, dan siap dideklarasikan. Kini orang-orang dekat Presiden Jokowi mulai menyebut inisial sang calon.

Huruf ‘M’ pun kemudian hangat dibahas di kalangan netizen. Berbagai spekulasi pun muncul, baik dari kalangan politisi sendiri, maupun para netizen pada umumnya.

Ada yang menyebut Ma’ruf Amien, Muhaimin, M. Din Syamsuddin, mas Airlangga, ataupun mbak Susi. Bahkan Wapres Jusuf Kalla sendiri ikut-ikutan menyebut ‘M’ yang dimaksud adalah namanya sendiri, yaitu M. Jusuf Kalla.

Sementara itu, Koordinator relawan Balad Jokowi M. Muchlas Rowie menyebut bila yang dimaksud dengan inisial huruf ‘M’ tersebut sudap pasti adalah Mohammad Mahfud MD atau Mahfud MD.

Di tengah kebuntuan, orang memang seringkali menerawang masa lalu. Memimpikan hal-hal yang ideal di masa lalu dapat kembali terjadi di masa sekarang. Karena itu, menurut Muchlas Rowie, meski sulit, JK kembali digadang-gadang jadi cawapres Jokowi. Kalaupun tidak bisa, maka sosok seperti JK lah yang dianggap pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Nah, bagi Muchlas Rowie, Mahfud MD lah pilihan yang paling objektif dan rasional bagi Jokowi. Baik kapasitas intelektual, spektrum jejaring, kemampuan menyelesaikan masalah, integritas, elektabilitas, hingga urusan itung-itungan di atas kertas, Mahfud MD setara JK. Alasan lain menurut Muclas Rowie adalah:

1. Mahfud MD Sang Juru Damai

mahfud-md_20180415_171759

Kalau JK dikenal sosok yang piawai mendamaikan konflik di berbagai daerah, Mahfud MD juga terbukti mampu mendamaikan dan mengambil tindakan yang cepat di tubuh MK ketika ia memimpin lembaga tersebut.

2. Mr. Clean

mahfud-mrclean

Mahfud MD Mampu bertindak cepat dan memiliki keterbukaan yang tinggi dalam kepemimpinannya. Mahfud tak pernah berkompromi soal urusan korupsi, baginya kebenaran harus ditegakkan. Ia pernah menjabat di lembaga eksekutif, legislatif, maupun Yudikatif. Mahfud juga sampai saat ini bersih dari kasus pelanggaran hukum. Tak berlebihan bila dia disebut Mr. Clean.

3. Komunikasi yang baik dengan Elite

mega-mahfud

Mahfud juga memiliki komunikasi yang baik dengan tokoh-tokoh kunci di sekeliling Jokowi. Sebut saja Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, dan tentu saja Jokowi sendiri. Bersama Megawati, Mahfud MD menjadi anggota tim UKP Pancasila. Sementara bersama Luhut Binsar Panjaitan, Mahfud MD pernah sama-sama menjadi anggota Kabinet di bawah Gusdur pada tahun 2000-2001.

4. Dekat dengan Kelompok Tradisional dan Modernis

mahfud-buya

Sosok Mahfud MD dinilai mampu menggantikan Jusuf Kalla untuk meraih simpati dari kelompok tradisional dan modernis. Kedekatan Mahfud dengan Gus dur membuatnya dekat dengan para kiai dan alim ulama NU. Darah dan kealahirannya sebagai orang Madura tak disangsikan lagi sebagai warga Nahdliyin.

Selain itu, Mahfud juga pernah besar di kalangan ‘modernis’ dari basis para intelektual modernis kampus UII Yogyakarta. Di kampus itu, Mahfud aktif di HMI dan KAHMI. Selama di Jogja, Mahfud juga dekat dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Mahfud MD pun dinilai sosok yang dapat diterima semua kalangan.

Di Pilpres 2014, Mahfud MD memang jadi Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta. Namun jika ia menjadi wakil Jokowi, akan kian menguatkan Jokowi sebagai pemimpin yang tak pandai menyimpan rasa dendam. Baginya, yang lalu biarlah berlalu, kita tatap masa depan.