Biografi Sang Kriminal : The Irishman

LAKBAN - Banyak yang suka film beraroma mafioso. Apalagi kalau diperankan aktor sekelas De Niro dan Al Pacino. Keren abis! Itulah bayangan kamu tentang film The Irishman.

Film ini bercerita tentang Frank Sheeran seorang veteran Perang Dunia 2 dan mantan pembunuh bayaran untuk mafia. Waktu yang dihabiskannya selama perang di Italia membuatnya menjadi pembunuh yang berbakat. 

Setelah bertemu, Frank menggunakan keahliannya untuk menjadi pembunuh bayaran bagi mafia. Di usia tuanya, Frank mengingat kembali saat-saat dan pukulan-pukulan yang menentukan karier mafia-nya. Terutama perannya dalam menghilangnya teman lamanya Jimmy Hoffa, seorang mantan  presiden International Brotherhood of Teamsters yang hilang pada tahun 1975, tidak pernah terlihat lagi. 

Sutradara Martin Scorcese memang spesialis di genre film semacam ini. Martin telah lama tertarik untuk menyutradarai The Irishman, yang akan dibintangi Robert De Niro, Joe Pesci, dan Al Pacino.

Pada bulan September 2014, Pacino mengkonfirmasi bahwa film ini sedang dalam pengembangan dan bahwa itu akan menjadi proyek Scorsese berikutnya setelah Silence.  Bobby Cannavale juga ditambahkan ke pemain.

Pada bulan Oktober 2015, De Niro menyatakan bahwa film ini masih digarap persiapannya dan mungkin syuting pada tahun 2016. Saat itu Scorsese membenarkan bahwa Steven Zaillian akan menulis naskahnya.  

Industrial Light & Magic dan Supervisor VFX Rob Legato menangani efek untuk film ini.  Kecanggihan efek visual akan memukau penonton film ini. Walaupun secara bisnis resikonya cukup besar. Ada pembengkakan anggaran film yang awalnya USD 125 menjadi USD 140 juta dan terus melesat. Sebagian besar karena efek visual yang diperlukan untuk membuat De Niro, Pesci, dan Pacino muncul hingga 30 tahun lebih muda di berbagai titik sepanjang  film. 

Pada bulan Agustus tahun itu, biaya telah meningkat hingga USD 175 juta, dan pada saat pasca-produksi telah membungkusnya mencapai  USD 200 juta, menjadikannya film paling mahal dalam karir Scorsese