Budaya Menanam : Budidaya Pisang (Bagian 2)

Budaya Menanam : Budidaya Pisang (Bagian 2)

LAKBAN – Pada bagian satu kita sudah membahas sampai persiapan lahan dimana jarak tanam budidaya pisang tergantung pada varietas pisang.  Misalnya untuk pisang barangan sekitar 3×3 meter. Dengan populasi maksimal 1000 rumpun tanaman per hektar. Setiap jarak 50 meter buat parit untuk saluran drainase sedalam 1 meter. Lalu biarkan lahan tersebut selama 2-5 minggu.

Penanaman bibit pisang

Setelah lahan selesai disiapkan buat lubang tanam ukuran 50x50x50 cm pada jarak tanam yang telah ditentukan. Kemudian berikan pupuk kandang sebanyak 15 kg per lubang tanam. Kebutuhan pupuk untuk 1 hektar kira-kira sekitar 15 ton.

Pemeliharaan

Tindakan pemeliharaan yang diperlukan dalam budidaya pisang antara lain pemupukan, pengendalian gulma, penjarangan anakan, pembrongsongan tandan pisang dan pengendalian hama.

Pemupukan

Pemupukan dalam budidaya pisang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Lakukan pemupukan dengan cara memasukkannya pada lubang tugal dengan jarak sekitar 50 cm dari tanaman. Berikut tahapan pemupukan yang dianjurkan:

Pemupukan pertama dilakukan 1-2 bulan setelah penanaman. Pupuk diberikan per rumpun tanaman pisang dosis pupuknya Urea: 100 gram, SP36: 100 gram, KCl: 100 gram.

Pemupukan ke-2 dilakukan pada bulan ke 3-4. Dosisnya Urea: 100 gram, SP36: 100 gram, KCl: 100 gram.

Pemupukan ke-3 dilakukan pada bulan ke 6-7. Dosisnya Urea:150 gram, KCl: 200 gram.

Pemupukan ke-4 dilakukan pad abulan ke 9-10. Dosisnya Urea: 150 gram, KCl: 200 gram.

Penyiangan gulma

Di awal pertumbuhan, sekitar 3 bulan pertama, lakukan penyiangan gulma lebih sering. Karena gulma akan berebut nutrisi dengan tanaman yang relatif masih lemah.

Setelah tanaman berumur diatas 5 bulan, penyiangan gulma akan lebih jarang karena kanopi tanaman akan menutup area sekitar tanaman sehingga pertumbuhan gulma terhambat.

Penyiangan gulma bisa dilakukan secara manual, namun apabila lahan budidayanya luas bisa menggunakan herbisida.

Penjarangan anakan

Terdapat dua fungsi penjarangan anakan, yaitu untuk penyediaan bibit dan untuk merawat tanaman induk agar berbuah maksimal. Upayakan dalam satu rumpun tanaman pisang maksimal hanya ada 3 tanaman. Khusus untuk tanaman pisang cavendish sebaiknya dalam satu rumpun hanya ada 2 pohon, yang terdiri dari satu pohon induk dan satu anakan.

Tidak semua tunas yang tumbuh bisa dijadikan anakan untuk pembibitan. Jumlah anakan yang bisa diambil dalam satu tergantung dari populasi rumpun. Misalnya, bila dalam satu rumpun ada 3 pohon yang terdiri dari satu pohon induk dan dua anakan dewasa maka tunas yang bisa diambil untuk dijadikan bibit hanya satu. Bila dalam satu rumpun ada 2 pohon yang terdiri dari satu induk dan satu anakan dewasa maka bisa diambil maksimal 2 tunas untuk pembibitan.

Kriteria anakan yang bisa dipilih untuk pembibitan adalah:

  • Tunas berasal dari pohon induk bukan dari anakan dewasa.  Tunas yang diambil dari anakan dewasa pertumbuhannya kurang baik, mudah terserang penyakit dan bahkan bisa mati bujang.
  • Tinggi tunas 20-40 cm.
  • Bentuk bonggol besar ke bawah.
  • Terlihat sehat, kuncup daun baik.

Pembrongsongan tandan

Pembrongsongan atau pembungkusan tandan dilakukan sebelum pisnag pertama membuka, jantung sudah mulai merunduk namun beum mekar. Gunakan pembungkus dari plastik khusus  heigrow berwarna biru atau kantong plastik yang mengandung insektisida.

Tujuan pembungkusan untuk mencegah buah pisang terserang hama dan penyakit.