Bukan Hoax! Mencetak Komponen Pesawat Luar Angkasa dengan Printer 3D

Bukan Hoax! Mencetak Komponen Pesawat Luar Angkasa dengan Printer 3D
(c) made in space

LAKBAN – Ada bengkel nggak di ruang angkasa? NASA telah memberikan kontrak senilai USD 73,7 juta kepada Made In Space, Inc. dari Mountain View, California, untuk menunjukkan kemampuan pesawat ruang angkasa kecil, yang disebut Archinaut One, untuk memproduksi dan merakit komponen pesawat ruang angkasa di orbit rendah Bumi.

Teknologi perakitan dan perakitan robot dalam ruang bisa menjadi penting untuk pendekatan eksplorasi Bulan ke Mars Amerika. Ini bisa jadi solusi manakala manusia hendak melakukan perjalunan jauh. Tak tanggung-tanggung. Ke planet Mars.

Ini menjadi impian manusia setelah 50 tahun silam mampu mengorbt dan mendarat di bulan. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi seluruh penduduk bumi.

Kontrak tersebut adalah awal dari fase kedua kemitraan yang didirikan melalui permintaan Tipping Point dari NASA. Demikian dilansir situs resmi lembaga antariksa negeri adidaya itu.

Proyek ruang angkasa memang ambisiius. Butuh anggaran besar. Tak bisa dibandingkan dengan kebutuhan dana untuk beli beras.  Kemitraan publik-swasta menggabungkan sumber daya NASA dengan kontribusi industri sekurang-kurangnya 25% dari biaya program, menggembalakan pengembangan teknologi ruang angkasa yang kritis sambil juga menyelamatkan agen, dan pembayar pajak Amerika, uang.

Archinaut One diperkirakan akan diluncurkan dengan roket Roket Lab Elektron dari Selandia Baru tidak lebih awal dari tahun 2022. Tak lama lagi. Hingga kita bisa merasakan manfaatnya. Dan menyaksikan kehebatan pencapaian sains dan teknologi.

Setelah diposisikan dalam orbit rendah-Bumi, pesawat ruang angkasa akan mencetak 3D dua balok yang memanjang 32 kaki (10 meter) dari masing-masing sisi pesawat ruang angkasa.  

Saat pembuatan berlangsung, setiap balok akan membentangkan dua panel surya yang menghasilkan tenaga sebanyak lima kali lebih banyak daripada panel surya tradisional pada pesawat ruang angkasa dengan ukuran yang sama.

Melalui kemitraan publik-swasta dengan NASA, Made In Space, Inc. akan menunjukkan kemampuan pesawat ruang angkasa kecil, yang disebut Archinaut One, untuk memproduksi dan merakit komponen pesawat ruang angkasa di orbit rendah Bumi.

 “Pembuatan dan perakitan robot di ruang angkasa merupakan pengubah permainan yang tidak perlu dipertanyakan dan kemampuan mendasar untuk eksplorasi ruang angkasa di masa depan,” kata Jim Reuter, associate administrator Direktorat Misi Teknologi Antariksa NASA.

"Dengan memimpin dalam pengembangan teknologi transformatif ini, Amerika Serikat akan mempertahankan kepemimpinannya dalam eksplorasi ruang angkasa saat kami mendorong maju dengan astronot ke Bulan dan kemudian ke Mars."