Cinta dalam Sepotong Pizza di Little Italy

Cinta dalam Sepotong Pizza di Little Italy
(c) newtoronto.com

 

LAKBAN -Sebuah drama komedi romansa yang ringan dan memikat layak jadi salah satu referensi film kamu. Untuk film ringan Kanada yang dirilis pada akhir musim panas yang panjang,  Little Italy mampu menyedot banyak penonton. Film ini berlatar lokasi di Ontario, Kanada.

Cinta dalam Pizza.  Budaya Italia yang hangat dan ekspresif tergambar kuat. Tentu tidak mewakili seluruh nilai dalam kultur Itali. Kita dibuat  percaya bahwa ada chemistry  tak terbantahkan. Sepanas dari pai pizza yang baru keluar dari pemanggang. Akting Emma Roberts dan Hayden Christensen, yang layak mendapat apresiasi.  

"Little Italy adalah film komedi romantis yang nggak cengeng. Ini kisah tentang sebuah komunitas dengan segenap cinta, kejenakaan, pergulatan, dan permaafan. Mengingatkan kita pada cinta yang tanpa batas," kata pemeran utama Hayden Christensen.

Dialog, lengkap dengan lelucon-lelucon yang menggunakan kata-kata acak Italia sebagai ganti punchlines. Kita bisa menikmati pola dan cara pengungkapan ala Italia. Kekuatan dialog sangat terasa. Idiom khas yang bisa dinikmati secara universal. 

Sutradara Donald Petrie tahu bagaimana membuat komedi romantis. Film ini jauh dari kesan cengeng. Adegan-adegannya sangat padat dalam membawakan pesan. Ekspresi para pemainny dapat dan terukur. Masing-masing punya peran. Dan kita bisa merasakan kehadiran mereka seperti anggota keluarga kita sendiri.

Film Little Italy luar biasa sebagai parodi diri yang salah arah. Sebuah karya yang begitu subversif sehingga setiap jejak ironi artistik berakhir tak kasat mata. Bagaimana orang salah memahami dan bersikap atas modernitas. Mengejar impian dan lari dari persoalan lokal yang mendera.

Film ini ingin penonton untuk menerima bahwa lingkungan Little Italy di Toronto termasuk Distillery District sangat unik dan menarik. Membawa kita pada angan untuk menikmati suasana khasnya. Dan pesan itu sampai dengan sangat efektif melalui film ini. 

Setidaknya narasi utamanya tidak ofensif. Calon koki Nikki (Emma Roberts) yang kembali dari Inggris ke lingkungan kampung halamannya di Toronto. Nikki pulang kampung sambil menunggu visa kerja. Tetiba dia bertemu dengan teman masa kecil Leo (Hayden Christensen).

Ortu Nikki dan Leo yang dulunya kompanyon usaha kedai Pizza terjebak dalam permusuhan berkepanjangan. Gegara menang Lomba, ayah Leo dan Ayah Nikki justru bertengkar. Mereka meributkan nama baru bagi Pizza mereka.

Masing-masing ingin menamai dengan nama ortunya. Ego itulah ujung-pangkal perselisihan. Yang satu merasa paling punya andil sebagai pembuat saus. Yang satu lagi paling merasa berjasa sebagai pembuat adonan.   

Tentu saja, hanya masalah waktu sebelum keduanya menemukan bahwa mereka diciptakan untuk satu sama lain.  Film 102 menit ini membuat penonton ingin  mengunjungi Little Italy yang sebenarnya dan menikmati santapan santai di sana.