Fakta Keunggulan dan Kekurangan Transmisi Motor Matic. Ini Dia!

Fakta Keunggulan dan Kekurangan Transmisi Motor Matic. Ini Dia!

LAKBAN – Hari gini masih oper gigi? Itulah bunyi salah satu stiker yang tertempel di beberapa motor matic. Motor matic membanjir di jalanan. Apalagi di kawasan perkotaan yang cenderung macet. Transmisi matic pada motor yang membuat pengendara tak perlu oper gigi makin dilirik konsumen.

Apa sebenarnya transmisi yang digunakan pada sepeda motor matic? Ya bagian inilah yang menjadi pembeda utamanya dengan transmisi manual. Namanya Continue Variable Transmission disingkat CVT. Adalah suatu sistem penyalur tenaga secara otomatis dengan bantuan gaya sentrifugal(gaya dorong yang disebabkan oleh putaran).

Transmisi pada motor matic adalah transmisi tanpa perpindahan roda gigi, jadi menggunakan pulley dan belt. Istilah Kerennya CVT (Continue Variable Transmision). Memang lebih boros dibanding manual. Tetapi produsen terus berupaya mengembangkan motor matic yang semakin efisien dalam penggunaan bahan bakar.

PERTAMA. Saat putaran menengah diameter puley primer membentuk lingkaran yang sama besar dengan puley sekunder. Hal ini terjadi karena gaya sentrifugal menyebabkan kedua dinding puley primer semakin sempit. Proses ini akan terus berlanjut seiring putaran mesin yang semakin meningkat sehingga saat putaran atas diameter yang dibentuk puley primer lebih besar daripada puley sekunder.

Dalam transmisi manual rantai yang berpindah gigi saat tuas ditekan. Sementara pada matic gigi atau gear diganti dengan pulley yang dapat berubah ukuran kala mendapat putaran denga kecepatan berbeda. CVT menggunakan sabuk yang sangat kuat dan gear diganti dengan pulley yang bisa membesar dan mengecil tergantung dengan gaya sentrifugal yang diterima pulley.

KEDUA. Ada CVT ada pula YCAT (Yamaha Compact Automatic Transmission). Pada CVT umumnya keluar dari kruk as di gear box sebelah kanan adalah ruang untuk rumah kopling sentrifugal. Sedang pada CV Matic dan YCAT ruang ini dijadikan ruang untuk CVT. Bentuknya memang tak sepanjang CVT pada skutik, dengan pulley berdiameter lebih besar. Baru dari driven pully (pully belakang) terhubung ke final gear dan rantai yang meneruskan transfer tenaga ke roda.

Nah yang membedakan diantara CV matic dan YCAT adalah konstruksi pendinginannya di CVT. Keduanya sama-sama memiliki lubang masuk udara di drive pully (pully depan), namun pada YCAT dilengkapi dengan belalai yang moncongnya terletak di sebelah filter udara.

Sedang CV matic belum menjelaskan posisi lubang masuknya udara, hanya ada lubang di atas drive pully. Sedang tempat keluarnya udara yang telah melewati CVT sama-sama di atas driven pully.

Bisa mendongkrak performa mesin / mobil secara keseluruhan karena dengan rasio “gigi” tak terbatas maka akan selalu pada “rasio gigi yang tepat” sehingga tenaga tetap terjamin optimal.

Dengan rasio gigi tidak terbatas, maka akan terasa nyaman untuk cruising, sehingga bisa lebih irit dan mengurangi emisi gas buang. Bayangkan kalau anda ke luar kota dan di jalan tol dengan kecepatan konstant, lebih irit bukan.

KETIGA. Selain pengoperasiannya mudah perawatannya juga relatif murah. Yang perlu diperhatikan kondisi sabuk (V-BELT) harus selalu diperiksa setiap 20.000 km. Tergantung cara pemakaian dan kondisi medan jalan. Jika V-BELT sudah retak-retak atau memanjang maka sebaiknya diganti baru.

KEEMPAT. Tranmisi CVT ini kurang responsive kalau mau dipakai secara agresive, karena akan berkesan “lemot”, dan kalau di gas terlalu cepat (power surge) maka kemungkinan selipnya lebih tinggi daripada otomatis biasa. Sedangkan dalam konsumsi bahan bakarnya yang lebih boros ketimbang motor dengan transmisi manual.

Karena tak mengunakan rantai dalam penyaluran tenaga ke roda sehingga besar beban pada motor matik terbatas dibandingkan dengan transmisi manual