Milenials Ini Dia Tips Bersosialisasi Buat Kamu!

Milenials Ini Dia Tips Bersosialisasi Buat Kamu!

LAKBAN – Berkawan memang asyik. Bahkan harus alias wajib. Betapa sepinya hidup tanpa kawan. Tak hanya urusan tolong-menolong. Tak terbatas soal pinjam duit kala bokek. Atau perlu bantuan ini itu. Berteman dan bersosialisasi sudah menjadi kebutuhan manusia normal. Betapa kita sangat membutuhkan teman untuk berbagi dalam suka dan duka. Ceilah!

Manusia adalah homo socius dan homo faber. Mungkin itulah para filosof dan ilmuwan sosial memberi label pada manusia yang memang memiliki kecenderungan untuk berkelompok, bergaul, dan gotong royong.

Pun di era medsos ini. Pertemanan semakin meluas. Teman lama bisa ketemu lagi. Grup-grup pertemananan merajalela sampai kita kadang kebingungan untuk menyeleksi mana grup yang harus ditinggalkan dan mana yang harus dipertahankan. Mana teman tak aktif yang harus didelete dan mana yang dirawat.

Sosialisasi baik daring maupun luring makin penting. Jangan dianggap sepele untuk mempelajari hal ini. Salah dalam memahami makna bersosialisasi bisa bermuara pada petaka. Bukannya bermanfaat malah ‘kiamat’. Bukannya semakin bahagia dan terpenuhi kebutuhan sosial kita malah bisa terjerumus dalam situasi yang menekan, penuh komplikasi dan konflik yang ‘nggak penting’.

Ada istilah sahabat, teman akrab, kenalan, kolega, hingga TTM. Pada lingkaran terluar mungkin kita punya ribuan bahkan jutaan teman. Liat aja berapa daftar temanmu di medsos! Berikut follower akunmu! Kategorinya kenalan.

Sebagian dari kenalan kita akhirnya menjadi teman akrab bahkan sahabat. Bahkan tak jarang jadi TTM alias gebetan. Nih khusus buat kamu yang njomblo yah!

Nah Lakban merasa penting ngasih saran sama kamu dalam soal bersosialisasi dan berkawan. Kamu bisa jadikan referensi. Boleh setuju atau tidak setuju. Dan bsia kamu kembangkan dengan analisamu sendiri. Ini dia!

 #1 Milih Teman, Penting Gak Sih?

Ya penting lah. Meski gak harus terlalu ketat. Semua ada batas dalam hidup. Terlalu milih pasti ngak bagus juga. Tapi tak mungkin kita tak punya batasan. Kamu harus hindari teman yang cenderung membawa kamu ke hal-hal yang tidak baik secara moral.

#2 Obrolan Nyambung

Susah kan kalau punya teman tulalit. Kamu sendiri juga jangan tulalit. Kalau ngobrol nggak nyambung ngapain berteman yah? Emang kalau ketemuan mau diem-dieman pakai telepati? Makanya situasi dan kondisi ini menjadi penting. Kalau minat nggak sama agak sulit juga berteman. Tentu kita tetap tak memutus silaturahmi tapi bisa menempatkan diri bahwa berteman dengan kawan model ‘nggak nyambung’ perlu cara tersendiri.

#3 Urusan Sosial, Kenapa Tidak?

Namanya juga bersosialisasi. Bagus juga dong kalau obrolan dan agendanya untuk tujuan sosial. Yuk bikin baksos misalnya. Atau bikin rumah baca untuk lingkunganmu.

#4 Bermitra dalam Bisnis

Yah, yang ini juga halal. Ngapain bersosialisasi kalau hasilnya hanya buat duit dan tak produktif. Bisa saja kamu menggunakan komunitas tempat kamu bersosialisasi sebagai ajang jualan atau cari mitra bisnis. Tapi sewajarnya ya. Jangan ganggu juga privasi orang atau kenyamanan grup. Jangan pandang kawan atau grup sosial semata sebagai sasaran jualan produkmu!

#5 Nraktir atau Patungan

Yang ini juga penting. Kalau lagi jalan bareng atau ngumpul bareng sebaiknya kamu nggak usah jaim tapi juga jangan pelit. Yang paling mungkin adalah aptungan dan tanggung renteng untuk biaya tagihan makan minum. Atau biasa sewa transportasi daring, misalnya.

Okay yah! Segini dulu besok kita sambung lagi