Heizmy Juara Karate Tradisional yang Mendunia

Heizmy Juara Karate Tradisional yang Mendunia
Heizmy Juara Karate Tradisional yang Mendunia

LAKBAN - Dalam usia yang sangat muda Heizmy Gursyifa telah mengukir prestasi. Ia tampil gemilang dan menjuarai nomor KATA JUNIOR PUTRI. Meraih juara I mengalahkan karateka Austria dan Ceko. Wow!

Sobat Lakban bisa mengambil inspirasi dan motivasi dari prestasi karateka kita ini. Sejak umur 8 tahun ia sudah berprestasi di ajang nasional. Sebelumnya ia juara Menpora Cup untuk KATA dan KUMITE. Heizmy pun berhak menyandang Sabuk Hitam DAN I Children, lho! 

"KATA atau jurus merupakan suatu bentuk latihan resmi dimana semua teknik dasar: tangkisan, tinjuan, sentakan atau hentakan dan tendangan dirangkaikan sedemikian rupa di dalam suatu kesatuan bentuk yang bulat dan sesuai dengan cara berpikir yang masuk akal” , tutur Muchlas Rowie yang saat ini menjadi Ketua Umum Federasi Karate Tradisional Indonesia.

Secara harfiah KATA berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Gerakan-gerakan Kata juga banyak mengandung falsafah-falsafah hidup. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata. Sebelum belajar jurus para karateka pemula diajarkan materi KIHON. Tubuh terutama otot dilatih untuk latihan berikutnya.

“Setelah melalui berbagai kendala, alhamdulillah kita bisa lampaui dan menorehkan prestasi. Ini akan menjadi pemantik semangat para karateka kita mendatang”, lanjut Muchlas.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

KUMITE secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.

 

Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.

Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olahraga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olahraga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olahraga.

Nah, kamu tertarik? Dengan menjadi karateka kamu bisa berprestasi mendunia seperti halnya Heizmy ya!