Kiat Softselling Yang Efektif

Kiat Softselling Yang Efektif

LAKBAN - Banyak anak muda tak malu-malu lagi jualan barang atau jasa. Baik di lapak daring maupun luring. Berbagai strategi dipelajari dan diterapkan dalam mendongkrak angka penjualan. Berbagai teknik dikembangkan untuk merayu pembeli dan menggaet pelanggan. Yang penting jangan mengecewakan pembeli yang Guys! Harus bin musti jujur dalam berdagang.

Beriklan tentu wajar. Dengan narasi dan gambar yang menarik. Dengan kata-kata yang memikat hati. Menjual dengan terang-terangan tak dilarang. Contoh yang paling nyata adalah para pedagang ala ‘tukang obat’ dan ‘tukang obral’. Itulah hardselling atawa jualan terang-terangan.

Lalu adakah jualan dengan cara halus? Tentu saja ada. Tak tampak berjualan dan lebih terkesan membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi calon pembeli atau pelanggan.  Soft selling mengacu pada pendekatan periklanan dan penjualan yang menampilkan bahasa yang halus dan teknik yang tidak agresif.

Softselling dirancang untuk menghindari potensi sebelnya pelanggan dan mendorong mereka untuk segera pergi beranjak meninggalkan kita. Karena softselling adalah teknik penjualan bertekanan rendah, persuasif, dan halus, mungkin tidak menghasilkan penjualan saat produk pertama kali disajikan tetapi membantu mendorong penjualan yang kontinyu atau pemesanan berulang.

Menggunakan teknik soft selling tidak berarti bahwa wiraniaga pasif; alih-alih, teknik ini dirancang untuk mendorong suatu produk tanpa terlihat memaksa. Seorang tenaga penjualan dapat menggunakan pendekatan yang lebih banyak bicara untuk memungkinkan pelanggan potensial untuk bersantai.

Softselling membutuhkan sejumlah energi pada bagian tenaga penjual karena mereka harus menjaga perhatian pelanggan dengan ramah. Soft selling difasilitasi oleh pengulangan ide, pesan, atau komunikasi dari kesimpulan yang diinginkan. Taktik seperti itu cenderung lebih persuasif dan kecil kemungkinannya mematikan calon pembeli.

Iklan softselling cenderung menekankan manfaat dari suatu produk atau layanan dan menarik bagi emosi konsumen dengan menggunakan humor atau menggunakan ide-ide hangat dan ramah. Alasannya adalah bahwa keputusan untuk membeli sesuatu tergantung pada perasaan konsumen.

Untuk lebih memahami hardselling, sangat membantu untuk mempertimbangkan penjualan keras, yang menampilkan bahasa yang langsung dan mendesak. Hard selling dirancang untuk membuat konsumen membeli barang atau jasa dalam jangka pendek, daripada mengevaluasi opsi mereka dan berpotensi memutuskan untuk menunggu pembelian. Ini dianggap sebagai tekanan tinggi, teknik agresif yang tidak disukai oleh beberapa ahli penjualan.

Agar softselling dapat diterapkan secara efektif caranya gini nih!

  1. Memahami target dan kebutuhannya

Calon atau potensi pembeli produk kita memiliki latar belakang tertentu. Latar belakang itulah yang menciptakan pilihan-pilhannya dalam berbelanja atau membeli sesuatu.

 

  1. Berfihak pada pelanggan. Jadilah semacam konsultan bagi calon pembeli. 

Sebagai penjual kita harus berada di fihak pembeli. Tidak saja raja, pembeli adalah sahabat terdekat kita dalam hubungan yang saling menguntungkan dan tidak dijalin oleh semata-mata hubungan transaksional.  

  1. Konten berseri alias ngeblog

Konten serial tentang suatu topik terbukti dapat memikat perhatian orang. Dengan menulis tentang suatu ulasan berseri anda akan memenuhi keingintahuan calon pembeli. Apalagi jika anda berada dalam suatu komunitas hobi yang menjadi sasaran pemasaran produk anda. Mempromosikan dalam konten berkualitas menjadi pilihan menarik. Konten yang menarik dan viral akan sangat potensial untuk disisipi pesan sponsor. Apalagi dalam bentuk yang soft alias tersamar.

 

Selamat mencoba ya!