Koboi lawan Kompeni dalam Buffalo Boys

Koboi lawan Kompeni dalam Buffalo Boys
(c) imdb

LAKBAN - Film laga Indonesia bertema kolonial  dengan cara bertutur film koboi? Memang aneh sekaligus berani. Pembuat filmnya tentu punya ‘kegilaan’ tersendiri. Nafas film laga besutan Mike Wiluan ini lebih terasa daripada nuansa epik. Kesan itulah yang dapat kamu tangkap kala menonton Buffalo Boys. Mulai Kamis (19/7) film itu telah menghiasai layar bioskop di tanah air.

Mike memang ‘gila’ film koboi sejak remaja. Passion itulah yang menjadi obsesi sekaligus mendorongnya untuk membuat film dengan gaya wild-west. Dan film ini menjadi debutnya sebagai sutradara. Menjadi tantangan baginya untuk meleburkan budaya Timur dan Barat sehingga pesan dalam film ini bisa tersampaikan kepada khalayak. Bukan pekerjaan gampang bahkan penuh tantangan.  

Dari judulnya saja kamu bisa menangkap kesan mirip cow boys alias koboi. Walau menggunakan judul berbahasa Inggris, ini film nasional. Dialognya berbahasa Indonesia. Para pemainnya juga mayoritas aktor dan aktris Indonesia. Buffalo Boys digarap tim produksi dan talenta kreatif yang berasal dari Singapura, Indonesia, Thailand, dan Australia.

Film ini memerlukan perjalanan panjang. Setidaknya 4 tahun waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian film ini. Apa saja kendala yang dihadapi? Tentu tidak sedikit. Untuk menemukan tim produksi dan pemain yang cocok dengan film inilah diperlukan waktu relatif panjang.

Film ini telah diputar di Festifal Film Fantasia Kanada dan New York Film Festival. Sambutan publik di kedua negara itu cukup menggembirakan. Gayung bersambut, karena film ini ditujukan untuk pasar global. Mereka yang ingin menyelami sejarah dan kultur Indonesia dapat belajar melalui film ini.

Salah satu kelemahan yang diungkap para kritikus adalah efek khusus dengan CGI yang digunakan dalam film ini belum terlihat natural. Penggunaan CGI (Computer-Graphic Imagery) adalah penggunaan  komputer grafik 3D dalam efek spesial. Dalam adegan-adegan laga, efek spesial memang banyak digunakan. Teknologi CGI ini sering digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan lebih mudah dikontrol.

Teknologi ini umumnya digunakan ketika sebuah film membutuhkan penggabungan antara objek dan latar belakang. Contohnya saja seperti adegan perang massal seperti film yang melibatkan banyak prajurit atau adegan seseorang yang sedang terbang bebas di angkasa.

Kisah Film Buffalo Boys berangkat dari cerita dua orang anak Sultan, Jamar (diperankan Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso) yang ingin membalas dendam atas pembunuhan ayah mereka. Dua anak itu diselamatkan paman mereka Arana (Tio Pakusadewo). Mereka dibawa ke Amerika Serikat dan tumbuh-kembang di alam western yang bebas sekaligus keras.

Pejabat VOC bernama Van Trach (Reinout Bussemaker)  menjadi pentolan antagonis dalam film ini. Si Kompeni ini yang membunuh Sang Sultan. Dia masih merajalela dengan kekejamannya. Termasuk pada Kiona (Pevita Pearce) seorang perempuan Indonesia yang berada dalam cengkeraman Kapten VOC itu.