Mempelajari Strategi Kesuksesan Bisnis Rockstar Yang Tidak Pernah Gagal

Mempelajari Strategi Kesuksesan Bisnis Rockstar Yang Tidak Pernah Gagal
Foto: Pinterest

LAKEYBANGET.COM – Kalian tahu GTA ? Kalian tahu Bully ? kalian yang pernah bermain Playstation atau Playstation 2 pasti tahu game itu dan tahu betapa serunya game tersebut sampai-sampai kita bela-belain buat beli memory card cuman buat namatin game itu doang.

Percaya atau tidak seperti yang dikutip dari situs Forbes pembuatan game Grand Theft Auto V (GTA V) mencapai US $250juta yang jika dirupiahkan mencapai lebih dari Rp. 3,5 trilliun. dan faktanya biaya pembuatan video game tersebut melebihi pembuatan salah satu Film termahal didunia seperti The Avengers (2012), Avatar (2009), Toy Story 3 (2010).

Dan series game GTA menjadi game paling sukses sampai sekarang. Bahkan kesuksesan GTA V yang rilis 2013 silam sampai sekarang masih menghasilkan royalti kepada Rockstar sebagai pembuat dan pengembang game tersebut.

Jika kalian berfikir darimana Rockstar mendapatkan uang sebanyak itu untuk membuat suatu game. Usut punya usut ternyata Rockstar mendapatkan tiga juta copy pre-order dengan harga $60, yang artinya sebelum perilisannya saja Rockstar sudah mendapatkan uang lebih dari Rp.2,5trilliun, dan ini menjadi lebih masuk akal lagi ketika Grand Theft Auto IV sudah bisa mendapatkan keuntungan $500juta atau Rp.7trilliun diminggu pertama perilisannya.

Dan apa yang dilakukan oleh Rockstar sebagai salah satu developer game ini bisa disejajarkan dengan apa yang telah Apple lakukan dimana mereka selalu berkomitmen terhadap inovasi, kreatifitas dan kepuasan pengguna sehingga menghasilkan salah satu karya paling sukses dalam sejarah.

Dan apa yang menjadi kunci kesuksesan Rockstar dalam membuat game ini dijelaskan oleh Dan Houser sebagai Co-Founder Rockstar saat diwawancara oleh Forbes bisa menjadi sebuah pengalaman menarik bagi kita khususnya yang ingin berkarya atau terjun didunia bisnis.

Berikut adalah beberapa rahasia yang bisa kita ambil di dalam kesuksesan Rockstar :

“Give The Customers What They Want”

Ketika sebagian pasar membuat game-game dengan konsep orang baik melawan orang jahat, pahlawan yang menyelamatkan sang putri, dan membuat sebuah game dengan tujuan untuk mengajarkan hal-hal yang baik kepada playernya. Sebaliknya, Rockstar membuat sebuah game/waralaba dimana kamu bisa melakukan pembunuhan atau menembak polisi dan warga sipil ketika mayoritas penikmat game adalah anak-anak dan orang tua. dan atas dasar itu game Rockstar termasuk kedalam daftar game yang nakal. Namun faktanya game-game Rockstar tetap dirilis dan dipromosikan kepada mereka termasuk anak-anak.

Game tersadis yang pernah Rockstar buat adalah Manhunt, sebuah game bergenre horror dimana kamu bisa dengan leluasa membunuh dan menyiksa lawanmu dengan variasi pembunuhan yang anti mainstream dan terkesan sangat sadis.

Banyak sekali protes dan tuntutan hukum dilayangkan kepada Rockstar ketika Chicago Tribune menyatakan bahwa Manhunt adalah game tersadis yang pernah dibuat. Dan unsur-unsur kekerasan dalam game tersebut membuat Manhunt banyak dicekal di berbagai negara seperti di Selandia Baru, Jerman dan hampir dicekal juga di Kanada dan Australia. Meskipun pada akhirnya, hal itu malah menjadi promosi gratis bagi Rockstar, dan game Manhunt tetap terjual lebih dari dua juta copy diseluruh dunia.

Bukan tanpa alasan Rockstar memasukan unsur-unsur kekerasan terhadap gamenya. setelah melalukan riset, ternyata percaya atau tidak, kekerasan menjadi aspek paling menarik dalam kehidupan masyarakat kita. Contohnya, banyak dari kita rela menghabiskan waktu untuk menonton tinju, MMA, film action, horror, perkelahian jalanan di Youtube, atau bahkan tertarik terhadap berita-berita kekerasan yang dimuat dikoran maupun di berita televisi.

Singkatnya, Rockstar mengetahui hal tersebut dan mengaplikasikannya terhadap game mereka dimana para player atau pemainnya dibuat untuk lebih bisa memegang kendali.

Dalam sebuah acara Dan Houser selaku Co-Founder dari Rockstar pernah diwawancarai mengenai dampak game terhadap budaya modern dan apa yang telah Rockstar buat.

“It's up to us to make the best stuff we can make – it's not necessarily up to us to shout from the rooftops about how clever we are, how progressive we are, or how sophisticated we are. It's our place to make stuff that's as good as it can be” tutur Dan Houser menjawab pertanyaan tersebut.

Sekarang kita mengetahui bahwasannya Rockstar adalah salah satu perusahaan pengembang game yang sangat fokus dan teliti untuk menciptakan sebuah karya yang istimewa. Dan Houser juga mengatakan ketika mereka fokus untuk membuat hal-hal baru yang dibungkus dengan baik dan memberikan apa yang orang-orang atau player inginkan, marketing akan berjalan dengan sendirinya lewat para pemain/players dan media itu sendiri.

“Don't Be Afraid To Break The Rules”

Rockstar telah mencoba berbagai unsur terhadap gamenya seperti kekerasan, kejahatan, sex dan obat-obatan. Dan ketika mereka merilis nya ke publik, apa yang mereka buat dengan kekerasan dan kebebasan tersebut menjadikan sesuatu yang berlum pernah ada sebelumnya.

Mereka dapat mengubah berbagai aspek kedalam game mereka seperti musik, seni, kekerasan, jalan cerita dan mebuatnya berevolusi entah itu dengan cara melakukan casting terhadap Samuel L Jackson untuk mengisi voiceover atau membeli lisensi lagu Beat It dari Michael Jackson. Dan orang-orang yang bekerja di Rockstar berusaha keras untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh perusahaan lain.

Pasti kalian pernah mendengar iklan yang mengatakan “Lampaui batasmu”, nah itu juga yang dilakukan oleh Rockstar dimana mereka mendobrak segala batas dalam dunia bisnis mereka. Bagi mereka untuk menjadi sukses dalam bisnis ini adalah dengan cara membuat sesuatu yang orang-orang pertanyakan, berfikir berbeda dan mendobrak aturan-aturan baku dalam berbisnis.

Meskipun demikian mereka mengerti bahwa apa yang diberikan kepada client, partner, karyawan, dan customer mereka itu adalah yang paling benar.

Pada game GTA, Rockstar bukan hanya melakukan pendobrakan pada gamenya saja, tetapi pada cara mereka mengiklankannya juga. Ketika kebanyakan game developer mengiklankan game mereka dengan cara membuat trailer game yang panjang atau membuat testimoni game developer yang membanggakan game tersebut, berbeda dengan Rockstar, mereka membuat mural diberbagai gedung, stasiun kereta, dll bahkan mereka membuat sebuah konser musik untuk mempromosikan gamenya.

Dan apa yang mereka lakukan itu adalah untuk membuat imej kreatif pada gamenya, sehingga dari sana para calon player semakin yakin bahwa gamenya akan menjadi sesuatu hal yang baru dan berbeda sama seperti teknik marketingnya.

Don't Be Afraid To Kill Your Bad Things

Maksud dari ‘Dont Be Afraid To Kill Your Bad Things’ adalah bahwa Rockstar tidak takut untuk membunuh ide-ide lamanya, dan menggali hal-hal baru. dan Rockstar melakukan hal tersebut pada game-game nya seperti LA Noire, Red Dead Redemption, dan GTA. Rockstar tidak ingin berdiam di comfort zone mereka dan lebih baik memulai sesuatu yang baru dan berbeda meskipun dibangun dari nol lagi.

Andai jika mereka tidak keluar dari comfort zone mereka, belum tentu mereka akan mendapatkan review yang baik dari customernya. Dan mereka membuktikan dengan semua gamenya yang memberikan pengalaman yang baru seperti Bully, Max payne,  Red Dead Redemption, L.A Noire, Manhunt, dan GTA Series. Tidak seperti developer lain yang tetap mempertahankan konsep yang sama dan gitu-gitu aja, perbedaanya hanya terletak dibagian grafisnya saja.

Rockstar juga percaya ketika mereka membuat sesuatu yang berbeda, hasilnya pasti akan baik. Dan faktanya apa yang telah dilakukan oleh Rockstar dengan membuat sesuatu dari nol kembali menghasilkan kepercayaan dan keyakinan kepada calon player atau pembelinya bahwa apapun yang Rockstar buat pasti berhasil, sehingga berdampak kepada pre-order yang tinggi dan secara otomatis akan memberikan dana lebih kepada Rockstar sehingga dampaknya membuat game Rockstar jauh melebihi ekspektasi.

Bayangkan saja jika Rockstar tidak membunuh ide-ide lamanya seperti contoh kasusnya Kodak yang tidak ingin meninggalkan disposable camera nya dan berganti dengan digital camera yang pada akhirnya secara perlahan tapi pasti Kodak tergeser oleh produsen-produsen camera digital.

Take Pride In The Entire Experience

Dan yang terakhir yang sangat penting untuk diperhatikan adalah ‘Take Pride In The Entire Experience’ yang masksudnya adalah ketika kita memainkan game-game dari Rockstar akan ada kebanggaan layaknya ketika kita menggunakan Iphone dan Mac Book Pro, atau ketika kita nongkrong di Starbuck dan Hard Rock Cafe pasti ada kebanggaan. Dan itu yang menjadi fokus utama yang ingin dibangun oleh Rockstar.

Mereka melakukan riset kesana-kemari hanya untuk membuat hal-hal atau detail-detail kecil pada gamenya menjadi sesuai dengan kenyataanya, karena mereka menginginkan gamenya bukan hanyak di komparasi dengan game, tetapi juga dengan film.

Untuk mencapai hal tersebut Rockstar tahu bahwa butuh proses lama yang konsisten dan kerja keras. Bahkan pembuatan GTA V kemarin memerlukan 8 Studio, lebih dari 1000 halaman skrip, pengambilan suara selama berbulan-bulan, pengambilan motion atau mimik selama bertahun-tahun, bahkan mereka juga menghabiskan waktu mereka untuk berjalan-jalan dengan polisi setempat yang menjadi latar belakang gamenya nanti, melakukan interview dengan agen FBI dan agent Rahasia, mereka berdialog dengan Gangster dan keluarga Mafia hanya untuk mencari satu hal yaitu Relevansi dan keakuratan, dengan begitu nantinya para player atau pemain akan merasa didunia nyata ketika bermain gamenya Rockstar.

Dan semua yang dilakukan oleh Rockstar adalan untuk mendapatkan kesempurnaan pada gamenya. Dan pesan terakhir yang dikatakan oleh Dan Houser selaku Co-Founder Rockstar ketika diwawancara oleh Forbes adalah.

“Our goal as a company isn't for people to say that Rockstar has got a good game design but shit stories, or good stories and shit game design; we want them to say Rockstar make good games. Ideally, they can't think about anything except, 'I love the whole experience'”.

Dan bahkan dalam perilisan GTA V tahun 2013 silam mereka lakukan secara bertahap, yaitu di last-gen terus keluar lagi di next-gen dan setahun kemuadian keluar di PC. tetapi jumlah penjualan mereka tetap saja tinggi, yang alhasil mereka dapat menggandakan uangnya. Dan itu semua tidak terlepas dari kesuksesan game mereka yang layak dibeli disemua platform.

Ya, itulah beberapa kunci rahasia kesuksesan Rockstar yang diungkapkan oleh Dan Houser sebagai Co-Founder Rockstar dimana mereka hanya membuat game yang sempurna, dan cukup dengan membuat jaminan game ini akan sempurna, maka biarkan media dan playernya sendiri yang melakukan marketing pada game tersebut. Dan semoga artikel ini dapat menginspirasi dan dapat memberikan pengetahuan lebih bagi kalian.