Menjual ‘Value’  di balik Geowisata

Menjual ‘Value’  di balik Geowisata
geotuourism (c) nationalgeographics

JALAN-JALAN saja tidak cukup. Wisata juga harus mampu memberikan pengalaman dan keterlibatan batiniah bagi para pelancong. Geowisata secara sederhana bisa difahami sebagai wisata berkelanjutan yang terkait dengan fitur bumi baik sebagai lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. Ada kaitan tapi identik dengan ekowisata. Geowisata ini dipandang akan dapat menjadi pilihan bagi masa depan industri pariwisata yang lebih memenuhi kebutuhan para pelancong.

Geowisata berdasarkan nilai geologis atau geoheritage bumi. Bumi sebagai warisan sekaligus titipan anak-cucu. Masa depan bumi menjadi nilai yang ingin diperjuangkan banyak orang. Hingga wisata dikembangkan dalam kerangka menyelami, mengagumi, dan menjaga bumi kita.  Senafas dengan nilai-nilai upaya menjaga berkelanjutan

Kelestarian lingkungan menjadi salah satu kata kunci dalam geowisata. Apresiasi terhadap alam termasuk di dalamnya. Melibatkan para wisatawan dalam upaya-upaya konservasi. Kamu pasti tertarik kan?

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/NKnCYZsc6nI" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe>

Dengan model dan produk geowisata, kita akan mendapat sesuatu yang lebih. Karena wisata sebenarnya adalah mengisi ulang batin. Tak sekedar menikmati obyek namun juga berinteraksi dan terlibat dalam upaya melestarikan, mempertahankan  dan mengembangkan aset alamiah.      

Nilai ekonomis dalam meningkatkan kehidupan masyarakat senafas dengan nilai yang lain. Kepedulian wisatawan pada kehidupan masyarakat atau penduduk lokal di sekitar obyek wisata akan sangat berarti. Wisatawan juga akan mendapatkan kepuasan batin dengan ikut membantu dan mengembangkan nilai-nilai sosial. Hubungan dengan penduduk lokal menjadi lebih bermakna dan tidak sekedar hubungan transaksional.

Pelibatan dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Masyarakat di sekitar obyek wisata harus dilibatkan. Dimulai dengan edukasi dan training, misalnya. Penduduk lokal bisa dilibatkan sebagai pemandu wisata yang profesional.

Lebih khusus lagi pelibatan bagi penduduk lokal dari kalangan perempuan. Seperti yang sudah dilakukan di Nepal. Mereka dididik dan dilatih untuk menjadi pemandu pendakian gunung. Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan pemandu lokal cukup besar di Nepal.  

Memperkaya pengalaman wisatawan. ENRICHING EXPERIENCE. Para pelancong membutuhkan dan akan merasa mendapat manfaat yang lebih banyak kala mereka mendapatkan pengalaman yang tidak bisa dinikmati tanpa terjun langsung di obyek wisata tersebut. Pengalaman yang berbeda dengan sekedar melihat video atau foto.

ENJOYABLE atau menyenangkan. Yang namanya wisata tetap saja harus menyenangkan dan bisa dinikmati. Kepuasan inilah yang diberi makna baru. Tidak sekedar kepuassan hedonistik, namun lebih ke arah kepuasan batiniah yang komplit. Kepuasan karena memiliki kesempatan untuk menikmati alam dan kekayaaan budaya yang dipadu dengan kepuasan dapat berperan dalam pelestarian alam dan budaya.