Milenial Wajib Punya Kanal Youtube?

Milenial Wajib Punya Kanal Youtube?

LAKBAN - Informasi atau konten apapun yang kamu butuhkan tinggal cari di youtube. Bahkan saat kamu googling akan muncul hasil pencarian dalam bentuk video yang sebagian besar didominasi materi dari Youtube. Mungkin suatu saat nanti akan ada yang mampu menggantikan atau menjadi kompetitor sekuat Youtube.

Sampai hari ini Youtube masih menjadi media sosial berbagi video yang sangat perkasa. Alih-alih bersaing frontal antar medsos saling ngelink dalam kolaborasi yang saling melengkapi. Kompetisi sih ada. Facebook dan Instagram pun menyediakan sarana berbagi video. Tapi bagi kebanyakan pengguna satu sama lain saling melengkapi.

Cari menu dan cara memasak? Banyak banget. Cari lagu atau musik apalagi.  Sampai yang unik dan spesifik ada. Termasuk cara membuat atau memperbaiki sesuatu. Penyedia konten pun beragam. Buat kamu yang tidak terbiasa menulis pun bisa membuat konten cukup dengan merekam apa yang ingin kamu sampaikan. Kemudahan menjadi kuncinya.  

Demikian pula bagi penonton atawa viewernya. Video menjadi pilihan paling menarik. Misalkan ketika kita membutuhkan tips tentang cara memperbaiki mobil. Kita akan melihat langsung bagaimana peragaan secara visual.

Dalam beberapa hal mode audio atau suara saja memang sudah cukup. Untuk itu kita bilih memilih podcast. Misalkan talkshow. Misalkan talkshow. Apalagi kalau topiknya agak abstrak atau berat. Dengan narasumber yang lebih ingin didengar daripada ditonton. Pun bisa disambi kerja, netir atau beraktivitas lainnya.

Jika narasumbernya menarik. Ganteng atau cantik. Maka talkshow lebih layak diangkat dalam format video. Juga ketika ada sisipan visual dalam bentuk gambar yang kita kenal dengan footage. Maka pilihan audiovisual menjadi lebih menarik.

Diantara konten video yang viral di Youtube masih didominasi oleh tayangan yang bersifat menghibur. Bagi milenial bahasan yang ringan namun memenuhi kebutuhan informasinya akan suatu materi yang ‘update’ sangat penting. Dan mileniallah viewer paling potensial bagi media ini.

Banyak alasan untuk membuat kanal dan konten video di Youtube. Bila berlatar kepentingan komersial maka ada baiknya untuk lebih kuat mempelajari berbagai teknik dan tips untuk mengangkat jumlah subscribe dan like-nya. Bukan berarti yang non-komersial tidak ya. Tetap saja pembuat konten tentu ingin pesannya sampai ke sebanyak mungkin netizen.

Tentu saja yang paling penting adalah membuat video yang bagus. Menarik dan atraktif. Namun tujuan komunikasi alias penyampaian pesan oleh sang pembuat konten tak boleh dilupakan. Antara tujuan atau isi dengan kemasannya bagai dua sisi dari satu mata uang yang sama.