Mungkinkah Mesin Ngobrol dengan Mesin?

Mungkinkah Mesin Ngobrol dengan Mesin?
(C) medium.com

LAKEYBANGET.COM - Bagaimana cara kerja monitor implan jantung? Juga pada transponder biochip yang ditanam pada hewan ternak dan built-in sensor pada mobil. Dunia digital terus berkembang. Manusia terhubung dengan mesin, bahkan mesin terhubung dengan mesin secara otomatis. Banyak akun robot bertebaran di jagad maya.

Kata kunci terpenting dalam memasuki era digital adalah Internet of Things  yang bermakna  sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Ketersediaan infrastruktur internet yang semakin tinggi mampu mengubungkan piranti satu ke piranti lain tanpa keterlibatan langsung manusia.

IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet. Piranti atau gawai yang dipasang di sebuah mobil misalnya seperti memiliki ‘otak’ sendiri dan selalu berhubungan dengan sistem lainnya. Hingga memungkinkan lahirnya mobil auto-driver.  

Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Pekerjaan yang membutuhkan akurasi tinggi dan durasi waktu yang nyaris tanpa henti.

Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor. Para insinyur dan manajer perusahaan, terutama di sektor manufaktur yang berlabel smart factory adalah para ahli yang harus bersentuhan dan handal dalam menguasasi IoT.  

IoT juga didefinisikan sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda-benda fisik dan virtual melalui eksploitasi data capture dan kemampuan komunikasi. Infrastruktur terdiri dari jaringan yang telah ada dan internet berikut pengembangan jaringannya. Dalam dunia digital kita sering mendengarnya sebagai cyberphysics.   

Semua ini akan menawarkan identifikasi obyek, sensor dan kemampuan koneksi sebagai dasar untuk pengembangan layanan dan aplikasi kooperatif yang independen. Sensor-sensor yang tak hanya mampu membaca barcode atau QR code namun juga mampu menjadi ‘mata dan telinga’ bagi mesin-mesin yang memiliki tugas untuk menuangkan desain ke dalam produk dengan kualitas tinggi.  

Internet of Things juga ditandai dengan tingkat otonom data capture yang tinggi, event transfer, konektivitas jaringan dan interoperabilitas. Gambaran di film-film fiksi ilmiah yang  berkisah tentang teknologi dan mesin yang menguasai dan bisa mengingguli manusia yang menciptakan mesin serasa menjadi kenyataan. Jika mesin mengungguli kita, bukan tak mungkin kita akan ‘pensiun’ atau menganggur.