Panahan yang Menjanjikan Emas

Panahan yang Menjanjikan Emas
panahan (ilustrasi)

LAKBAN- Indonesia memiliki potensi untuk mendapatkan medali di cabang Panahan dalam Asian Games 18. Cabang olahraga ini diharapkan menyumbangkan setidaknya 1 medali emas dan yang akan berjuang adalah Riau Ega Agatha untuk Putra dan Diananda Choirunisa untuk Putri. Dua atlet ini memiliki prestasi yang menonjol.  

Riau Ega Agatha mencuat ketika berhasil menumbangkan pemanah nomor 1 dunia, Kim Woo-Jin, di Olimpiade Rio 2016. Sementara Nisa, panggilan akrab Diananda Choirunnisa,  memiliki darah olahragawan. Ayahnya pesilat dan ibunya atlet panahan. Nisa pernah menekuni cabang silat sebelum akhirnya fokus di panahan. Sejak kelas 2 SD, ia telah menekuni olahraga panahan.

Tahukah kamu seperti apa busur yang dipakai dalam kejuaraan panahan modern?

Olahraga panahan yang dipertandingkan secara internasional menggunakan Busur Recurve.  Recurve adalah alat satu-satunya jenis panahan yang diperlombakan di Olimpiade. Alat panahan modern ini sangat membantu pemanah karena bisa dipasang fisir (sight), penyeimbang (stabilliser). Anak panahnya pun menggunakan panah berbahan carbon, yang mempunyai sifat terbang yang konsisten.

Di samping busur jenis recurve juga dikembangkan jenis Compound dalam olahraga panahan modern. . Perkembangan terakhir alat panahan adalah busur jenis compound ini cukup menggembirakan. Busur ini baru diciptakan sekitar tahun 1970an.

Busur ini didesain untuk memiliki ketepatan tinggi. Di ujung busur terdapat katrol (cam). Alat cam dibuat untuk menahan beban tarikan ketika mencapai tarikan penuh (full draw). Dengan cara ini, pemanah bisa memegang alat lebih stabil dan juga anak panah bisa melesat lebih cepat.

Alat pelepas tali busur adalah alat bernama release aid. Alat bantu fisir teleskopik diperbolehkan untuk panahan compound.

Panahan Tradisional masih berkembang dan dilombakan di banyak negara. Pemanah menggunakan jenis busur Long Bow. Busur jenis ini hanya berupa kayu panjang yang diikat oleh senar (string). Sasaran lomba ini tidak mesti sasaran dengan bantalan yang terdapat target face. Keraton Jogya dan Solo menjadikan kompetisi olahraga ini sebagai penarik wisatawan.

Nah, buat kamu yang tertarik olahraga jenis ini, kamu bisa memulainya sejak dini. Atau setidaknya menjadi olahraga hobi yang menyehatkan.