Pedasnya Cabai Dragon’s Breath? Coba Saja!

Pedasnya Cabai Dragon’s Breath? Coba Saja!

LAKBAN – Pedas level berapa? Wow! Ternyata banyak orang suka makanan pedas. Kompetisi di dunia kuliner pedas makin menggila. Berbagai istilah yang menggambarkan citarasa ini menunjukkan bahwa rasa pedas telah menjanjikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Sensasi pedas itulah yang menjadi ladang rejeki bagi para pebisnis kuliner. Siapa yang paling kreatif dalam mengembangkan menu pedas? Andalah penentunya. Anda yang akan menilai sejaumana sensasi kuliner pedas itu berpadu dan pas dengan bahan dasar dan bahan penunjang yang berpadu dalam menu yang disajikan.   

Cabai atau Lada adalah bumbu utama di banyak negara. Termasuk di Indonesia. Siapa yang paling jago makan pedas? Mungkin urang awak alias orang Sumatera Barat. Kalau kita makan di rumah makan Minang akan kita temui aneka masakan termasuk dengan tingkat kepedasan yang tinggi.

Lain di sini lain pula di Amrik. Ada penemuan yang membuat sebuah varian lada menjadi senjata mematikan. Hah! Lada atau cabai ini dinamai  Dragon’s Breath begitu panas hingga benar-benar mematikan. Jika kita makan satu, itu berpotensi menyebabkan jenis syok anafilaksis, membakar saluran udara dan menutupnya.

"Saya sudah mencobanya di ujung lidah saya. Rasanya terbakar dan terbakar," kata Mike Smith, penanam hobi yang menemukan Dragon’s Breath bersama dengan para ilmuwan dari Universitas Nottingham.

Cabai memang mengandung beragam khasiat. Rasa pedas yang menyiksa ternyata mampu melipatgandakan selera makan. Menghilangan rasa mual. Juga tak jarang membuat tubuh berkeringat seperti kita usai berolahraga.

Bahkan untuk keperluan kosmetika dan medis pun memanfaatkan cabai atau lada ini. Dengan beragam jenisnya sensasi rasa pedas yang dihasilkan pun beragam. Semuanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kita. Utamanya dalam kuliner. Semua tentu ada ukurannya. Dan lambung kita menjadi taruhannya.

Ternyata, cabai ini awalnya dikembangkan untuk digunakan dalam perawatan medis sebagai obat bius yang dapat membuat kulit mati rasa. Wah! Kalau begitu memang ini obat bukan lada biasa. Semacam salep kulit. Jadi memang sebaiknya tidak untuk lidah. Pantas saja mereka yang mencobanya merasa terbakar. Anda punya nyali untuk mencoba Si Napas Naga ini?  

Hah! Ho Hah!