Prediksi Kondisi 2050 Buat Kamu Milenials

LAKEYBANGET.COM – Kalau kamu lahir tahun 2000 maka di usia paruh bayamu kamu akan menikmati hidup di masa depan yang jauh berbeda kondisinya dibanding hari ini. Tak lama lagi bukan? Hanya sekira 3 dekade lagi, Guys! Serasa di depan mata.   

Kamu bayangkan dunia kita pada tahun 2050? Pada pertengahan abad, kemungkinan akan ada 9 miliar orang di planet ini, yang menghabiskan lebih banyak sumber daya dan menjalani kehidupan yang semakin kompleks secara teknologi.

Seperti apa kota kita nantinya? Infrastruktur yang kita bangun hari ini mungkin akan menjadi jauh tertinggal. Jalan-jalan akan dilalui oleh kendaraan jenis baru dengan cara yang juga sama sekali baru. Energi fosil akan habis. Energi tergarukan akan mengambil alih. Arnulf Jaeger-Walden dari Institute for Energy komisi Eropa percaya bahwa tenaga surya dari Afrika Utara dapat menyediakan 100 GW ke seluruh benua Eropa.

Lau bagaimana kita akan makan di masa depan? Kita berharap akan ada solusi ketahanan pangan bagi penduduk bumi. Sebab 9 Milyar perut manusia perlu diisi. Mungkin pola konsumsi kita akan sangat berubah. Makanan yang semakin sehat dan ekonomis harus bisa diproduksi agar kebutuhan pangan dunia tercukupi. Ukuran dan kinerja lambung manusia mungkin akan menyesuaikan diri dengan makan lebih sedikit dan tidak sesering sekarang ini.   

Pada November 2001, Dana Populasi PBB melaporkan bahwa populasi dunia diproyeksikan menjadi 9,3 miliar pada 2050 dari 6,1 miliar maka dengan sebagian besar peningkatan di negara-negara berkembang bahkan ketika populasi negara-negara industri akan "tetap stabil". Angka ini direvisi menjadi 9,1 miliar pada 2005 dan 9,2 miliar pada 2007. Pada 2008, Biro Sensus Amerika Serikat memproyeksikan populasi dunia 9,5 miliar.

Studi lain yang dilakukan oleh Komisi Eropa, penelitian komunitas menyatakan bahwa populasi dunia diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang menurun menjadi 8,9 miliar pada tahun 2050 dan setelah 2030, populasi di beberapa negara termasuk di Eropa dan Cina akan berkurang. Stabilisasi dalam populasi akan terjadi pada paruh kedua abad ini.

Di masa depan, perubahan demografis akan sangat dramatis. Ahli biologi matematika Universitas Rockefeller Joel Cohen mengatakan kemungkinan pada tahun 2050 mayoritas orang di dunia dan AS akan hidup di daerah perkotaan di bumi, dan akan memiliki usia rata-rata yang jauh lebih tinggi daripada orang dewasa saat ini.

Ada pertanyaan besar yang sungguh mengkhawatirkan. Yaitu soal perubahan iklim. Akankah pemanasan global memicu perubahan besar, atau apakah kita akan mampu keluar dari krisis iklim dunia? Jika kita tak mampu keluar dengan selamat dari perubahan iklim maka punahlah spesies manusia alias kiamat. Inilah yang menjadi perhatian besar dunia. Tak hanya para ilmuwan, namun juga parapengambil kebijakan.

Pada Juli 2008, G7 sepakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global hingga setengahnya pada tahun 2050. Pada November 2006, Achim Steiner, direktur eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, “memperingatkan keruntuhan global semua spesies yang ditangkap, jika penangkapan ikan berlanjut secepat saat ini.” Dan pada bulan Maret 2006, Profesor Gerry Gilmore meramalkan bahwa astronomi di darat akan menjadi mustahil pada tahun ini karena polusi dari polusi gas buang pesawat dan perubahan iklim.