Proses Berfikir Sistermatis

Proses Berfikir Sistermatis
Foto: Pinterest

LAKEYBANGET.COM – Dalam memahami setiap kejadian didunia ini ada dual yang mungkin terjadi, yaitu menyimpulkan dengan benar dan menyimpulkan dengan keliru.

Setiap orang memiliki pandangan masing-masing terhadap sebuah kejadian dalam kehidupan mereka karena setiap orang memiliki kapasitas berfikir yang berbeda beda.

Hal yang membuat seseorang bisa memahami kejadian berbeda-beda adalah karena latar belakang yang berbeda. namun satu yang harus sama yaitu proses berfikir, karena jika proses berfikir yang salah akan membuat kekeliruan dalam menyimpulkan suatu hal.

Pada era digital, masyarakat umum lebih condong memanfaatkan era digital ini untuk berbagi dan mencari informasi. Informasi datang dengan sangat cepat dan bertubi-tubi, setiap orang bisa membagi dan menerima informasi.

Hal yang sangat ditakutkan dalam keadaan tersebut adalah kekeliruan dalam menyimpulkan berbagai informasi yang didapat.

Didalam lingkungan pendidikan, proses berfikir diajarkan secara baku dan sistematis. Contohnya adalah dalam lingkungan Universitas, laporan penelitian seperti makalah, skripsi, disertasi, jurnal, dll merupakan salah satu alat untuk membantu orang melalui proses berfikir yang sama.

Namun masalahnya tidak semua orang melalui jenjang pendidikan seperti itu, sehingga disini akan dijelaskan bagaimana cara menyimpulkan sebuah informasi dengan empat proses berfikir sistematis yang diajarkan di Universitas atau perkuliahan.

BERAWAL DARI PERMASALAHAN

Proses pertama untuk mengurai informasi berawal dari permasalahan. Jika dalam sebuah berita, permasalahan selalu dituliskan diawal atau pada judul berita. Contoh “KPU Gladi Bersih Debat Ma'ruf Amin - Sandiaga Uno” dikutip dari salah satu judul berita CNN Indonesia, judul tersebut merupakan masalah/permasalahan yang artinya judul tersebut bisa diuraikan dan dijelaskan lagi oleh isi berita.

Namun dalam kehidupan sehari-hari yang biasanya kita temui, permasalahan terjadi karena adanya perbedaan antara teori dan empiris atau kenyataan. Sebagai contoh ketika kita menemukan perbedaan antara apa yang tejadi dengan apa yang tertulis didalam sebuah opini atau berita akan membuat kita berfikir dan melakukan proses berfikir sistemasi secara otomatis.

Timbulnya permasalan mengharuskan kita untuk mendapatkan data dan informasi, pengumpulan data dan informasi merupakan salah satu proses berfikir sistematis. Data dan informasi didapat dari latar belakang permasalahan.

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Latar belakang merupakan penjelasan awal mula permasalahan dimana kita harus mengetahui apa yang melatar belakangi permasalahan yang terjadi sebelum menyimpulkan sebuah kejadian.

Kesalahan yang selalu terjadi pada setiap orang yang keliru ketika menyimpulkan suatu kejadian adalah karena kurangnya informasi yang melatar belakangi permasalahan yang terjadi.

Ketika kita berfikir pada fase ini, latar belakang harus sesuai dengan kronologis kejadian, karena peta kronologis yang terjadi akan membawa kita kepada hal yang lebih spesifik atau mengerucutkan semua kejadian.

Latar belakang bersumber dari opini, teori, ataupun cerita. Sebagai contoh pada permasalahan “KPU Gladi Bersih Debat Ma'ruf Amin - Sandiaga Uno” tadi, teori yang melatar belakangi permasalah tersebut adalah Debat Capres yang akan dilaksanakan oleh KPU.

Latar belakang biasanya berbuah permasalahan-permasalahan baru, Namun permasalahan mengikat kita untuk fokus terhadap apa yang akan kita simpulkan.

PENCARIAN FAKTA, TEORI, DAN OPINI

Permasalahan biasanya terjadi karena adanya perbedaan antara fakta, teori, dan opini. fakta, teori, dan opini juga bisa disebut sebagai data. Fase ini terjadi ketika orang telah memasuki tahanpan pencarian latar belakang, orang akan cenderung semakin mencari-cari data baru yang koheren atau berhubungan dengan permasalahan yang terjadi.

Data ini harus dipandang dari berbagai sudut, setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda sehingga data yang paling akurat adalah data yang telah diolah dari berbagai sudut pandang.

Sudut pandang seorang politisi akan berbeda dengan sudut pandang seorang dokter, atau orang di profesi lain. Inilah pentingnya sudut pandang, sudut pandang diperlukan untuk memastikan bahwa data yang kita dapatkan itu valid. Fase ini merupakan gambaran kecil semua proses permasalahan yang terjadi.

PENYIMPULAN

Semua proses yang terjadi diatas mengerucut pada suatu kesimpulan. Kesimpulan diambil ketika adanya persamaan dari setiap data setelah dilihat dari berbagai sudut pandang. Kesimpulan yang akurat adalah kesimpulan yang bersesuaian dengan empiris atau kenyataanya.

Setiap orang memiliki perbedaan dalam pengambilan kesimpulan, namun kesimpulan yang baik adalah kesimpulan yang sesuai dengan semua data yang diterima. Kekeliruan penyimpulan terjadi ketika masih ada perbedaan antara kesimpulan dengan salah satu data. Artinya tak boleh ada data yang dihapuskan atau tidak dianggap. Kecuali bila data tersebut tidak valid atau tidak terpercaya.