Sejarah Digital : Dari Analog Menjadi Digital dan Pengaruhnya bagi Khalayak

 

LAKEYBANGET.COM - Tepat dan lebih murah. Itulah kata kunci yang sering mewakili kesan publik pada piranti digital yang digunakannya. Jam digital misalnya, relatif lebih murah dan ketepatannya dalam menginformasikan waktu hingga sepersekian detik menjadi keunggulan tersendiri. Tentu saja pada awal rilis biasanya harga piranti masih agak mahal. Lambat laun akan semakin terjangkau.  

Tentu piranti digital juga bisa melakukan kerja cepat. Dari cash register di meja kasir yang mampu memindai barcode dalam belanjaan yang kita beli. Hingga digunakannya QR Code dalam transaksi digital hari ini. Pada piranti elektronik digital itu biasanya terpasang mirkoprosesor sebagai ‘otak’ yang mengendalikan cara kerjanya.

Di dunia film pun demikian. Dengan kamera digital, film layar lebar bisa diproduksi dengan relatif murah. Tak perlu lagi membeli rol-rol film seluloid yang tidak bisa ditimpa ulang. Awalnya memang tidak bisa mengejar resolusi tinggi yang dihasilkan film konvensional. Lambat laun sudah mampu mendekati kejernihan dan ketajamannya. Setidaknya memanipulasi mata telanjang manusia.

Dari mana semua ini bermula? Sistem bilangan  matematikalah yang mengawali segala perubahan besar yang kelak disebut digitalisasi ini, yakni sistem bilangan biner.  Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Simbol yang dapat menjembatani komunikasi antara manusia dan mesin.  

Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Saat itu mungkin penemunya belum membayangkan manfaat dari penemuannya yang mengubah dunia. Betapa kayanya Leibniz kalau seluruh pengguna rumusnya harus membayar hak kekayaan intelektual  atas rumus itu.

Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Jadi dari sistem bilangan ini ini segala kemajuan dan kemudahan teknologi digital yang bisa kita nikmati hari ini bisa kita nikmati. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit.

Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte/bita. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. Dari sinilah kita sekarang akrab dengan istilah ini. Kilobyte, megabyte, giga byte hingga terrabyte. Berapa giga kapasitas flashdiskmu? Berapa terra kapasitas harddiskmu?

Kode-kode rancang bangun komputer, seperti ASCII, American Standard Code for Information Interchange menggunakan sistem peng-kode-an 1 Byte. Huruf dan angka dikoding dalam sistem bilangan biner hingga mesin bisa membacanya. Cara baca mesin elektronik pada dasarnya hanya bisa membedakan ya dan tidak, on dan off, dan sistem biner bisa menjembataninya.

Dalam sistem komunikasi digital modern, dimana data ditransmisikan dalam bentuk bit-bit biner, dibutuhkan sistem yang tahan terhadap noise yang terdapat di kanal transmisi sehingga data yang ditransmisikan tersebut dapat diterima dengan benar. Para penemu dan rekayasawan pun bekerja keras untuk menghasilkan piranti transmitter canggih. Teknologi 5G atau generasi kelima menghasilkan komunikasi yang makin jernih dan jelas.

Tunggu bahasan selanjutnya ya?