SMK untuk Petani Masa Depan

SMK untuk Petani Masa Depan
padi

 

LAKBAN- Hidup gak hanya modal kuota internet. Bagaimanapun kita masih perlu makan. Dengan kata lain kebutuhan bahan pangan tak bisa diabaikan. Apalagi bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas makan nasi dalam jumlah yang banyak. Belum merasa makan kalau perutnya belum kemasukan nasi. Ya nggak?

Untuk menghasilkan bahan pangan diperlukan sektor pertanian. Dari budidaya hingga pengolahan hasil pertanian khususnya komoditas tanaman pangan. Tidak jarang kita harus impor beras kalau produksi dalam negeri tidak mencukupi.

Untuk itu, pemerintah memiliki perhatian pada sektor pertanian. Tentu juga penyediaan SDM pada sektor tersebut. Maka revitalisasi SMK Pertanian menjadi salah satu kebijakan prioritas.  Tak semua lulusannya menjadi petani yang terjun ke sawah dan ladang. Bahkan banyak yang bekerja di industri pengolahan pangan dan makanan.

Di antara para lulusan SMK itu tentu ada yang memiliki kesadaran dan nyali untuk menjadi petani modern. Cita-cita jadi petani modern itu keren Guys!

Petani masa depan yang unggul. Petani yang mampu mengantisipasi perubahan. Yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Yang mengenal teknologi baru. Dan tentu saja menjadi entepreneur dalam bidangnya. Bisa mengakses pasar dan menjual produknya dengan harga yang layak.

Salah satu gambaran dalam metode pertanian modern adalah Hybrid Seed Technology. Istilah “hibrida,” yang sering Anda lihat dalam katalog benih, mengacu pada varietas tanaman yang dikembangkan melalui persilangan yang dikontrol secara spesifik dari dua tanaman induk.

Hibrida sering secara spontan dan acak dibuat di alam ketika tanaman penyerbukan terbuka secara alami lintas penyerbukan dengan varietas terkait lainnya. Untuk membuat benih hibrida, pemulia tanaman hanya mengarahkan proses untuk mengontrol hasilnya.

Keuntungan dari menanam benih hibrida dibandingkan dengan inbrida, jalur penyerbukan terbuka berasal dari kemampuan untuk lintas materi genetik dari dua tanaman yang berbeda, untuk menghasilkan sifat baru yang diinginkan yang tidak dapat dihasilkan melalui pengembangbiakan dua tanaman yang sama.

Misalnya, banyak hewan ternak dan pendamping hari ini diciptakan melalui persilangan breed yang berbeda untuk menciptakan apa yang pada dasarnya hibrida — dari sapi Jersey hingga kucing tanpa rambut ke Labradoodle!

Sebuah dunia baru seluruh tanaman pangan menjadi tersedia sebagai hasil dari hibridisasi, termasuk Canola, jeruk, jagung manis, canteloupes, semangka tanpa biji, “burpless” mentimun, serta tangelos, clementine, apriums, pluots dan makanan unik lainnya.

Nah, tertarikkah kamu menjadi petani modern? Belajarlah di SMK Pertanian.