Yang Unik dari Gayo

Yang Unik dari Gayo
pemandangan takengon

LAKBAN- Nama Gayo memang lekat dengan kopi. Di tengah maraknya tempat ngopi, nama Gayo makin berkibar. Darimanakah asal kopi yang ngetop itu? Ternyata jauh di tengah provinsi Naggroe Aceh Darussalam. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dikenal dengan keindahan alam dan budayanya. Kesejukan alam pegunungan. Hijau dan segar. Menyatu dengan budaya yang menyiratkan semangat dan kebersamaan. Saling mengisi dan memahami.  

Nama Takengon dan Gayo lebih dikenal khalayak. Takengon yang konon berarti tikungan, memang layak disematkan di kawasan pegunungan yang jalan-jalannya penuh dengan kelokan. Sementara nama Gayo menurut salah satu referensi mengacu kepada Ghayo-ghayo atau raja-raja yang menjadi penguasa suku itu di masa lampau.

Mungkin kamu pernah ke sana ya? Inilah beberapa fakta unik yang perlu kamu tahu tentang Gayo.

PERTAMA. Asal Suku Gayo

Dalam sejarah, penduduk yang mendiami kampun Kebayakan dan Bebesan merupakan kampung “inti” di Gayo Laut, mempunyai satu anggapan bahwa asal usul mereka berbeda. Penduduk kampung Kebayakan mengatakan mereka adalah penduduk asli di daerah Gayo ini.

Sedangkan yang satu pihak lagi, yakni penduduk kampung Bebesan, memang menyadari bahwa mereka berasal dari Batak (Tapanuli), lebih popular disebut dengan Batak 27 (disebut dengan Batak 27 karena dalam sejarah kedatangan mereka ke Gayo pada jaman lampau, orang-orang Batak ini berjumlah 27 orang).

KEDUA. Bahasa Gayo

Hana këber?(Apa kabar?) Këber jeroh (Kabar baik). Itulah contoh percakapan dalam bahsa Gayo. Sebagaimana asal sukunya, Bahasa Gayo merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, bahasa Gayo ada kaitannya dengan bahasa Suku Batak di Sumatera Utara. Daerah inti yang menggunakan bahasa Gayo seperti Gayo Lues, Bener Meriah serta Kecamatan Serba Jadi di Kabupaten Aceh Timur.

Ketiga daerah tersebut merupakan daerah inti dari suku Gayo yang kesehariannya menggunakan bahasa Gayo, bahasa Gayo termasuk dalam bahasa “Northwest Sumatra Barrier Islands” yang merupakan bahasa dari Austronesia. Kamu bisa mendapatkan contoh percakapan Basa Gayo ini salah satunya di situs tamanbahasa.com.

KETIGA. Pakaian Adat

Diantara kekhasan budaya Gayo adalah pakaian adatnya. Pakaian Adat Gayo sebagai busana adat pengantin wanita Gayo, Aceh tenggara dikenal dengan baju Ineun Mayok. Dengan unsur-unsur pakaian pengantin wanita adalah: Baju, Kain Sarung pawak, Ikat pinggang ketawak.

Untuk busana adat pengantin laki-laki suku Gayo, Aceh Tenggara disebut dengan Aman Mayok. Pengantin pria mengenakan: Bulang pengkah yang sekaligus berfungsti tempat menancapkan sunting.

Baju pria dan wanita dan celana pria biasanya adalah semacam songket yang disebut upuh kerung bakasap. Unsur pakaian yang diberi hiasan adalah upuh ulen-ulen, baju wanita, baju kerawang, dan ketawak. Motif-motif hiasan yang selalu muncul pada ketiga unsur pakaian ini adalah: mun berangkat atau mun beriring (awan berarak), pucuk rebung (pucuk rebung), puter tali (pilin berganda), peger (pagar), matan lo (matahari), ulen (bulan).

KEEMPAT. Wisata

Ada banyak spot wisata yang indah di Pegunungan Gayo. Salah satunya di kawasan Bur Telege bongkahan batu besar yang teronggok di kawasan ini . Batu ini dikenal dengan sebutan Atu Tingok. Atu Tingok tersebut berada dibagian gunung yang sangat miring dan terjal dengan ukuran sekitar 4 x 3 meter agak menonjol keluar seperti tersangkut.

Tak jauh dari sana ada kawasan gunung yang dikenal dengan nama Lancuk Leweng. Para pemuda Kampung Asir-asir, Kecamatan Lut Tawar Aceh Tengah, merombak tempat ini menjadi tempat wisata yang juga layak dikunjungi. Sentuhan tangan kreatif, dan hamparan pemandangan kota Takengon dan Danau Lut Tawar, menjadikan tempat ini cocok untuk berselfie ria.

Di antara tempat wisata yang juga sedang populer saat ini adalah Buntul Rintis. Terletak tidak jauh dari Kota Takengon, yakni di kawasan Kampung Tansaren, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Tempat wisata yang ‘instagramable’ ini bisa kita temui sebelum menuju objek wisata Pantan Terong.

KELIMA. Kopi Gayo

Kopi arabika dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama antara lain aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. International Conference on Coffee Science, Bali, Oktober 2010 menominasikan kopi Dataran Tinggi Gayo ini sebagai the Best No 1, dibanding kopi arabika dari tempat lain.

Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika.

Dan buat kamu yang belum pernah ke sana, buruan jadwalkan dalam agenda travelingmu, guys.