TikTok Diterjang Gelombang Protes Pengguna, Apa Penyebabnya?

Lakeybanget.com – Gelombang keluhan dari pengguna TikTok membanjiri media sosial setelah banyak akun dilaporkan ditangguhkan secara tiba-tiba. Penangguhan massal ini diduga berkaitan dengan penerapan aturan batas usia minimum 16 tahun yang kini diperketat di Indonesia.

Sejumlah pengguna mengaku tidak pernah melanggar kebijakan platform, namun tetap menerima notifikasi bahwa akun mereka tidak memenuhi syarat usia minimum. Dalam pemberitahuan tersebut, sistem menyatakan akun akan dihapus permanen pada Agustus 2026, sekaligus memberikan tenggat waktu untuk mengajukan banding atau mengunduh data pribadi.

Fenomena ini memicu kebingungan luas di kalangan pengguna. Banyak yang mengklaim telah cukup umur, namun tetap terdampak sistem verifikasi otomatis. Keluhan ramai disuarakan di X, mulai dari akun bisnis hingga kreator konten yang kehilangan akses secara mendadak.

Sebagian pengguna bahkan mengaku mengalami kerugian finansial karena saldo afiliasi dan aktivitas monetisasi ikut terkunci akibat penangguhan tersebut.

Dalam proses pemulihan akun, TikTok menyediakan mekanisme banding melalui tiga metode verifikasi, yakni pemindaian wajah (facial age estimation), unggah identitas resmi, atau otorisasi kartu kredit.

Namun, teknologi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan dalam proses ini diduga menjadi penyebab terjadinya salah deteksi usia, sehingga sejumlah pengguna dewasa ikut terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya platform mematuhi regulasi pemerintah terkait perlindungan anak di ruang digital, khususnya merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025.

Sejak 10 April 2026, platform dilaporkan telah menonaktifkan ratusan ribu akun pengguna di bawah usia 16 tahun. Pemerintah memperkirakan jumlahnya kini mendekati satu juta akun.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk komitmen platform dalam melindungi anak-anak di ruang digital. Ia juga berharap platform lain dapat mengikuti langkah serupa dalam meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak TikTok Indonesia belum memberikan penjelasan resmi terkait lonjakan penangguhan akun yang diduga juga menyasar pengguna dewasa. Minimnya klarifikasi memicu kekhawatiran publik terkait transparansi sistem moderasi dan akurasi verifikasi usia.

Jika tidak segera ditangani, kebijakan ini berpotensi memicu krisis kepercayaan, terutama di kalangan kreator dan pelaku ekonomi digital yang menggantungkan penghasilan dari platform tersebut. Meski demikian, langkah tegas ini tetap dinilai penting dalam upaya melindungi anak di bawah umur dari paparan konten digital yang tidak sesuai.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *