Lakeybanget.com – Perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok, DeepSeek, meluncurkan model terbaru V4.1-Flash-1017 dengan klaim peningkatan kemampuan penalaran, kecepatan penyelesaian tugas, dan efisiensi keluaran. Pembaruan ini menjadi langkah terbaru DeepSeek untuk memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan industri AI global.
Dalam sejumlah unggahan di platform X pada Sabtu sore, DeepSeek menyebut versi terbaru tersebut menawarkan kinerja tolok ukur yang lebih baik, penyelesaian tugas lebih cepat, serta jawaban lebih ringkas dibandingkan pendahulunya, V4.1-Flash.
Model V4.1-Flash-1017 kini tersedia melalui situs web, aplikasi DeepSeek, dan platform pengembang. Perusahaan mengategorikannya sebagai pembaruan minor dari versi sebelumnya.
DeepSeek turut memaparkan hasil pengujian model terbarunya pada Humanity’s Last Exam (HLE), tolok ukur yang menguji kemampuan AI menjawab pertanyaan tingkat lanjut dari berbagai bidang, termasuk matematika, sains, dan humaniora.
Dalam pengujian tersebut, V4.1-Flash-1017 mencatatkan skor pada rentang 36,8 hingga 42,6, sementara versi sebelumnya memperoleh skor 36,8 hingga 39,1.
Meski rentang skor terbaru mencapai angka lebih tinggi, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa model baru unggul dalam seluruh aspek pengujian. Penilaian menyeluruh tetap memerlukan perbandingan dengan metode dan kondisi pengujian yang setara.
Dalam laporan teknis yang diunggah ke Hugging Face, DeepSeek juga menyatakan pembaruan ini membawa peningkatan pada kemampuan penalaran, pemrograman, tugas berbasis agen (agentic tasks), serta pemrosesan visual.
Model tersebut dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan, mulai dari pengembangan gim hingga pemodelan tiga dimensi (3D). Peningkatan ini ditujukan untuk memperluas pemanfaatan teknologi DeepSeek oleh pengembang maupun pengguna AI.
Peluncuran V4.1-Flash-1017 berlangsung ketika model AI berbobot terbuka (open-weight) dari Tiongkok semakin bersaing dengan model proprietari atau tertutup yang dikembangkan perusahaan Amerika Serikat.
DeepSeek berhadapan dengan sejumlah pemain global, termasuk OpenAI dan Anthropic, serta pesaing dari dalam negeri seperti Moonshot AI melalui model Kimi, Z.ai, MiniMax, dan Alibaba dengan keluarga model Qwen.
Salah satu daya tarik DeepSeek adalah strategi harga yang kompetitif. Pendekatan tersebut berpotensi menekan biaya penggunaan AI bagi pengembang sekaligus meningkatkan tekanan persaingan terhadap penyedia model lainnya.
Persaingan ini turut menjadi perhatian investor di pasar saham Hong Kong. Namun, pergerakan saham perusahaan teknologi dipengaruhi beragam faktor sehingga tidak dapat dikaitkan hanya dengan strategi harga DeepSeek.
Di tengah upaya meningkatkan kemampuan model, DeepSeek juga menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas layanan. Pada awal pekan yang sama, layanan perusahaan dilaporkan mengalami gangguan selama sekitar lima jam hingga server tidak dapat diakses.
Sejumlah pakar mengaitkan gangguan tersebut dengan kemungkinan keterbatasan sumber daya komputasi. Namun, dugaan itu belum cukup untuk memastikan penyebab gangguan.
Dalam beberapa bulan terakhir, DeepSeek juga dilaporkan menghadapi perlambatan dan gangguan layanan ketika beban sistem meningkat. Kondisi ini menempatkan keandalan infrastruktur sebagai salah satu faktor penting di samping kemampuan teknis model.
Melalui V4.1-Flash-1017, DeepSeek berupaya menawarkan AI yang lebih cepat, efisien, dan mumpuni. Namun, daya saing model tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi hasil pengujian, biaya penggunaan, serta kemampuan perusahaan menjaga layanan tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan.
