Lakeybanget.com – Pemegang hak cipta lagu-lagu Elvis Presley menggugat perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Perusahaan pengembang chatbot Claude itu dituduh menggunakan karya sang legenda musik Amerika Serikat untuk melatih model AI tanpa izin.
Gugatan tersebut diajukan untuk melindungi hak eksklusif atas karya musik Elvis Presley dari dugaan pelanggaran hak cipta berskala besar. Dalam dokumen gugatan, pihak penggugat menuding Anthropic membangun bisnisnya dengan memanfaatkan karya berhak cipta tanpa otorisasi.
Sejumlah lagu Elvis yang disebut dalam gugatan antara lain Can’t Help Falling in Love, A Little Less Conversation, Don’t Be Cruel, dan Return to Sender. Karya-karya tersebut diduga digunakan dalam proses pelatihan model kecerdasan buatan yang mendukung layanan Claude.
Penggugat menilai dugaan penggunaan tanpa izin itu melanggar hak mereka atas komposisi musik milik penyanyi yang dijuluki King of Rock and Roll tersebut.
Perkara ini telah didaftarkan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Gugatan tersebut menambah sorotan terhadap praktik penggunaan materi berhak cipta untuk mengembangkan teknologi AI.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Anthropic belum memberikan komentar terkait gugatan maupun tuduhan yang diajukan. Tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
