Lakeybanget.com – Pisang bukan sekadar buah kaya nutrisi. Kandungan triptofan, vitamin B6, magnesium, dan kalium di dalamnya berpotensi membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur.
Dikutip dari siaran Health, Jumat (30/10), salah satu kandungan penting dalam pisang adalah triptofan, yakni asam amino yang berperan dalam produksi serotonin dan melatonin. Kedua hormon tersebut memiliki peran penting dalam mengatur suasana hati dan siklus tidur.
Sejumlah penelitian menunjukkan, konsumsi makanan yang mengandung triptofan, seperti pisang dan susu, dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan memperoleh tidur yang lebih berkualitas.
Pisang kuning matang disebut memiliki kandungan triptofan yang cukup tinggi, sementara pisang yang terlalu matang dan mulai kecokelatan mengandung lebih banyak melatonin. Meski demikian, kadar triptofan dalam pisang kemungkinan belum cukup tinggi untuk langsung memicu rasa kantuk.
Selain triptofan, pisang mengandung vitamin B6 yang membantu tubuh mengolah asam amino tersebut menjadi serotonin, yang selanjutnya berperan dalam pembentukan melatonin.
Satu buah pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 miligram vitamin B6 atau setara dengan 25 persen kebutuhan harian.
Pisang juga menyediakan sekitar 25 gram karbohidrat. Karbohidrat dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan merangsang pelepasan insulin. Proses ini membantu lebih banyak triptofan masuk ke otak sehingga mendukung produksi serotonin dan melatonin.
Manfaat pisang untuk tidur juga berkaitan dengan kandungan mineralnya, terutama magnesium dan kalium.
Magnesium berperan dalam membantu mengatur fungsi saraf dan otot. Asupan mineral ini dapat mendukung relaksasi tubuh sehingga lebih mudah memasuki kondisi istirahat.
Satu buah pisang matang menyediakan sekitar 5 persen kebutuhan magnesium harian.
Sementara itu, kandungan kalium dalam satu porsi pisang mencapai sekitar 9 persen kebutuhan harian. Mineral ini merupakan elektrolit penting yang mendukung fungsi otot, jantung, dan sel tubuh.
Ketidakseimbangan elektrolit dapat mengganggu kualitas tidur. Sebaliknya, asupan kalium yang cukup membantu menjaga fungsi otot dan mengurangi risiko kram pada malam hari.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan kecukupan kalium dengan kualitas tidur yang lebih baik, terutama karena perannya dalam membantu relaksasi otot dan mencegah kram yang dapat mengganggu waktu istirahat.
Untuk memperoleh manfaatnya, pisang disarankan dikonsumsi sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur. Jeda tersebut memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan dan menyerap kandungan nutrisinya.
Mengonsumsi pisang terlalu dekat dengan waktu tidur berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian orang.
Meski memiliki sejumlah kandungan yang mendukung kualitas tidur, pisang bukan obat untuk mengatasi insomnia. Konsumsi buah ini sebaiknya menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang dan kebiasaan tidur yang sehat.
