Tekno

Beginilah Alasan Indonesia Harus Beralih ke TV Digital

Fachri Septian

Posted on 23 Nov 2021

LAKEYBANGET.COM - Analisis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Layanan Televisi, Direktorat Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sukamto mengungkapkan, alasan mengapa Indonesia harus bermigrasi dari siaran TV analog ke TV digital. 

Menurut dia, seluruh negara telah mulai beralih penyiarannya ke digital, maka dari itu Indonesia juga harus mengikuti tren tersebut. 

"Di dunia itu sudah pada pindah semua. Untuk keberlanjutan penyiaran itu harus pindah ke digital, karena namanya perangkat-perangkat analog itu tidak akan diproduksi lagi," kata Sukamto dalam webinar Analog Switch Off (ASO).

"Oleh sebab itu, jangan sampai kita ini menjadi sampah teknologi. Kalau tidak ada komponen yang dibeli, kita kanibal, kanibal itu susah yang jadi terganggu. Mau nggak mau harus beralih," imbuhnya. 

Awalnya rencana pemberlakuan TV digital akan dilakukan pada 17 Agustus. Namun karena persoalan pandemi COVID-19 hingga kurangnya sosialisasi kebijakan tersebut ditunda. 

Dengan demikian penghentian siaran TV analog dilakukan mulai 30 April 2022. Adapun proses migrasi TV analog ke digital tersebut ditargetkan rampung seluruhnya pada 2 November 2022. 

Walaupun beralih ke TV digital, masyarakat tetap merasakan layanan televisi gratis seperti di era TV analog hanya saja menggunakan bantuan set top box. 

Siaran TV digital merupakan format penyiaran baru yang memungkinkan pemirsa menerima sinyal video dan audio berkualitas lebih tinggi daripada TV analog konvensional. 

Sementara perbedaan tersebut mempengaruhi kualitas gambar dan suara antara TV digital dengan TV analog. Selain memberikan manfaat berupa siaran televisi lebih jernih, bersih, dan canggih, frekuensi yang dipakai siaran TV analog nantinya bisa dipakai untuk layanan 5G. 

Selain itu, Kominfo beserta penyelenggara multipleksing (mux) akan membagikan set top box gratis TV digital kepada keluarga miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Dalam hal ini, sebanyak 6,7 juta set top box gratis TV digital akan disalurkan kepada penerima bantuan tersebut.