Bangun SMK Sesuai Potensi Desa

Bangun SMK Sesuai Potensi Desa
Kepala Desa Serang, Panggungrejo, Blitar Dwi Handoko Pawiro saat menjadi narasumber dalam acara diskusi daring Kopi Pahit dengan tajuk

Lakeybanget.com - Dalam hal pengembangan desa tidak lepas dari persoalan kualitas dan  pola pikir warga desanya. Karena untuk mengatasi hal tersebut  diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendorong pengembangan desa sesuai potensi yang ada.

Dimulai dari minimnya keberadaan sekolah SMK ditingkat pedesaan dan banyaknya anak desa yang sekolah kurang begitu berminat dengan alasan “gengsi” untuk menekuni bidang atau jurusan pertanian dan perikanan. Alhasil, banyak desa yang kondisinya tertinggal dari segi teknologi dan ekonomi sehingga menelantarkan potensi desa itu sendiri.

Malah cenderung banyak lulusan sekolah memilih “hijrah” ke kota untuk mencari kerja atau buka usaha dibanding mengembangkan desanya meskipun desanya punya potensi besar.

Penomena tersebut juga dialami oleh Kepala Desa Serang, Panggungrejo, Blitar, Jawa Timur Dwi Handoko Pawiro. Yang mana, di desanya banyak lulusan SMK terdekat yang tidak sesuai dengan priotitas untuk pengembangan potensi di desanya dan banyak memilih meneruskan jenjang pendidikan  di kota.

“Di desanya banyak anak-anak lulusan SMK, tapi rata-rata tidak sesuai potensi di desanya yang letaknya di pesisir pantai yang memerlukan SDM untuk mengembangkan desa wisata, perikanan, dan pertanian.” Ucap Kades Serang, Handoko dalam acara webinar diskusi Kopi Pahit dengan mengambil tajuk “SMK Membangun Desa,” Senin (26/10).

Lanjut Handoko, bahwa SMK yang terdekat dengan desa sangat minim yang sesuai dengan kebutuhan. Maka, pemerintah harus membangun SMK  yang sesuai kebutuhan atau potensi desa tersebut.

“Maka dengan itu perlu lompatan besar untuk merealisakan program Kementerian Desa dan Kemdikbud agar membangun SMK yang  link and match dengan potensi desa, dimana SMK harus menyesuaikan jurusan dengan kebutuhan potensi desa,”paparnya.

Handoko juga menuturkan, bahwa di desanya banyak lulusan SMK trenya mengambi jurusan mesin dan elektro jadi lebih memilih kerja di perusahaan industri dibanding bekerja atau mengembangkan perikanan dan pertanian.

Saat ini, Kades Handoko yang sangat inspiratif ini telah melakukan terobosan dengan mengikutsertakan anak-anak muda dalam kegiatan/acara di wilayahnya dalam rangka pengembangan desa wisata.

Dengan adanya Undang-Undang Desa No.6 Tahun 2014, mengenai hak dan kewenangan Pemerintah Desa dalam mengelola segala potensi yang ada di desa menjadi kekuatan besar untuk mengembangkan desa dengan didukung oleh  SDM yang kompeten,” pungkasnya.