Lakeybanget.com – Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos, membantah kabar yang menyebut dirinya telah memeluk Islam setelah menikah dengan pebisnis sekaligus agen sepak bola asal Maroko, Souhaila Tahiri.
Rumor tersebut mencuat setelah beredar foto pernikahan Carlos dan Tahiri yang menampilkan sejumlah prosesi bernuansa Islam. Dalam foto itu, pernikahan keduanya tampak disaksikan petugas syariah.
Kabar semakin ramai setelah Carlos disebut bertemu dengan tokoh Muslim Brasil, Sheikh Jihad Hamada. Serangkaian informasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa mantan bek kiri Brasil itu telah menjadi mualaf.
Carlos akhirnya buka suara. Kepada media Arab Saudi, Okaz, ia menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Saya sangat menghormati Islam, dan sungguh menyenangkan melihat istri saya berdoa, namun rumor yang beredar tentang saya masuk Islam tidak benar,” kata Carlos.
Ia menjelaskan, pernikahannya dengan Tahiri berlangsung dalam beberapa rangkaian acara dengan format yang disesuaikan dengan latar belakang keyakinan keluarga dan orang-orang yang hadir.
Carlos mengatakan keluarganya terdiri dari orang-orang dengan latar belakang agama berbeda, termasuk Katolik dan Islam. Karena itu, prosesi pernikahan digelar dengan mempertimbangkan keyakinan masing-masing pihak.
Kehidupan pribadi Carlos menjadi sorotan setelah hubungannya dengan Tahiri diketahui publik. Keduanya disebut telah menjalin hubungan selama sekitar dua tahun setelah bertemu melalui urusan bisnis di dunia sepak bola.
Tahiri sendiri merupakan agen pemain berlisensi FIFA yang terlibat dalam berbagai urusan transfer pemain dan proyek sepak bola.
Sementara itu, Carlos merupakan salah satu bek kiri paling ikonik dalam sejarah sepak bola Brasil. Ia menjadi bagian dari skuad Brasil yang menjuarai Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang.
Karier panjang bersama tim nasional Brasil dan sejumlah klub elite Eropa membuat nama Carlos tetap dikenal hingga kini.
Di tengah derasnya spekulasi mengenai kehidupan pribadinya, Carlos memilih memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa penggunaan prosesi bernuansa Islam dalam pernikahannya tidak berarti dirinya telah berpindah keyakinan.
