Lakeybanget.com – Kegagalan Real Madrid di pentas Eropa musim ini menuai kritik tajam dari mantan pemainnya, Steve McManaman. Ia menilai salah satu akar masalah Los Blancos adalah sikap para pemain yang terlalu dominan di dalam tim.
Langkah Madrid di Liga Champions UEFA 2025-2026 harus terhenti di babak perempat final setelah disingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 4-6. Dalam dua pertemuan, Madrid bahkan gagal meraih kemenangan, kalah 1-2 di kandang dan 3-4 saat bertandang ke Allianz Arena.
Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat skuad Madrid dipenuhi pemain bintang seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham. Namun, kualitas individu dinilai belum mampu membawa tim kembali berjaya di Eropa.
Menurut McManaman, permasalahan utama terletak pada struktur kekuasaan di dalam tim. Ia menyebut para pemain memiliki pengaruh terlalu besar, bahkan melebihi pelatih.
“Para pemain adalah bos di Real Madrid. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa, dan saya pikir itu inti masalahnya,” ujar McManaman.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan klub lain, di mana pelatih memegang kendali penuh. Di Liverpool, pelatih menjadi figur utama, begitu pula Pep Guardiola di Manchester City.
Sebaliknya, di Madrid, McManaman melihat adanya anomali yang membuat keseimbangan tim terganggu. Ia menegaskan bahwa sebesar apa pun seorang pemain, tetap harus berada di bawah kendali pelatih.
McManaman sendiri pernah merasakan atmosfer penuh bintang saat memperkuat Madrid pada era “Los Galacticos”, bermain bersama nama-nama besar seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, dan Ronaldo Nazario.
Meski dihadapkan pada ego besar para pemain, ia tetap mampu meraih berbagai prestasi bersama klub, termasuk dua gelar Liga Champions dan dua trofi LaLiga.
Kritik McManaman menjadi pengingat bahwa kekuatan individu saja tidak cukup untuk meraih sukses di level tertinggi, tanpa adanya kontrol dan keseimbangan dalam tim.
