Lakeybanget.com – Pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji, membidik hasil lebih baik dalam tiga seri penutup Moto2 2026. Rider Idemitsu Honda Team Asia itu bertekad tampil lebih konsisten di Grand Prix Qatar, Portugal, dan Valencia setelah melewati musim yang penuh tantangan.
Mario menilai kecepatan dan ritme balapnya sepanjang musim sebenarnya cukup kompetitif. Namun, sejumlah kesalahan dan inkonsistensi membuatnya gagal mengonversi potensi tersebut menjadi hasil maksimal.
“Ya tentu bukan musim yang mudah. Banyak sirkuit yang menunjukkan kalau performa Mario ada di sana, tapi hasil balapan mungkin belum seperti apa yang kami harapkan,” kata Mario di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah penampilannya pada Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Mengawali balapan dari posisi ke-11, pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu sempat menembus kelompok 10 besar sebelum terjatuh pada lap kedua dan gagal finis.
Hasil tersebut menjadi pelajaran penting bagi Mario. Pembalap berusia 22 tahun itu menyadari bahwa kemampuan menjaga ketenangan sepanjang balapan menjadi faktor krusial untuk mengamankan hasil.
Ia pun bertekad mengubah pendekatan pada tiga seri tersisa dengan lebih mengutamakan konsistensi ketimbang memaksakan kecepatan.
“Untuk sisa tiga seri ini mungkin saya mencoba lebih tenang untuk membawa motor sampai ke garis finis karena speed sama pace kita tidak jauh dengan pembalap yang kompetitif,” ujarnya.
Harapan Mario untuk bangkit kini tertuju pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6–8 November 2026. Karakter lintasan yang memiliki sejumlah tikungan berkecepatan tinggi dinilai cocok dengan gaya balapnya.
“Qatar adalah salah satu layout yang menjadi favorit saya, jadi mungkin bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk minggu ini,” tutur Mario.
Dari sisi teknis, Mario juga tidak berencana melakukan perubahan besar bersama tim. Pengalaman bekerja sama selama dua musim membuatnya cukup percaya diri untuk melanjutkan pendekatan yang sudah dibangun, dengan beberapa penyesuaian kecil.
Setelah Qatar, Mario akan melanjutkan perjuangan di Grand Prix Portugal pada 20–22 November, sebelum menutup musim di Grand Prix Valencia, 27–29 November 2026.
Dengan dua seri terakhir sebagai kesempatan tambahan, Mario ingin membuktikan bahwa kecepatan yang dimilikinya bisa berbuah hasil lebih baik. Baginya, persoalan utama bukan lagi mencari kecepatan, melainkan menjaga konsentrasi hingga bendera finis dikibarkan.
“Saya percaya saya mempunyai speed, saya hanya perlu lebih tenang di balapan,” tegasnya.
