[domai]n_capital — Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa YouTube resmi menunjukkan komitmennya dalam mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital melalui kebijakan PP Tunas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyisir dan menonaktifkan akun pengguna berusia di bawah 16 tahun secara bertahap.
Meutya mengungkapkan bahwa pihak YouTube, yang berada di bawah naungan Google, telah menyerahkan surat resmi kepatuhan kepada pemerintah. Selain itu, platform tersebut kini juga menampilkan pemberitahuan batas usia minimum 16 tahun secara lebih tegas kepada pengguna.
“Perubahan yang terlihat saat ini adalah penegasan usia minimum 16 tahun, yang sebelumnya masih bersifat tidak pasti,” ujar Meutya dalam keterangannya di Kantor Komdigi, Rabu (22/4).
Selain menonaktifkan akun anak, YouTube juga berencana menghapus iklan yang secara khusus menargetkan anak-anak dan remaja. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.
Perwakilan YouTube Asia Pasifik, Danny Ardianto, menegaskan bahwa pihaknya sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam melindungi anak di dunia digital. Ia menyebut perusahaan telah berinvestasi dalam aspek keamanan platform selama lebih dari satu dekade.
Meski demikian, proses deaktivasi akun tidak dilakukan secara serentak. Pemerintah menyebut langkah ini akan berjalan bertahap, sehingga masih ada kemungkinan sebagian akun anak tetap aktif sementara waktu.
Komdigi juga akan terus memantau implementasi kebijakan tersebut dengan meminta laporan berkala dari platform digital, guna memastikan langkah yang diambil benar-benar dijalankan secara konsisten.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Google, akun yang dinonaktifkan masih dapat diakses kembali setelah pemiliknya mencapai usia 16 tahun. Pengguna juga diberikan opsi untuk mengunduh atau menghapus data mereka sebelum akun dinonaktifkan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital, seiring meningkatnya penggunaan platform daring di kalangan usia muda.
