Lakeybanget.com – Film “Empat Musim Pertiwi” resmi dipilih Komite Seleksi Oscar Indonesia (IOSC) sebagai wakil Indonesia untuk diajukan dalam kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.
Menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat untuk menjalani rangkaian promosi, dua pemeran utamanya, Arya Saloka dan Putri Marino, menyiapkan batik sebagai bagian dari penampilan mereka. Keduanya ingin menjadikan wastra Nusantara sebagai identitas yang melekat selama memperkenalkan film tersebut di kancah internasional.
“Usul pertama kali sih pakai batik, yang kedua tetap pakai batik. Jadi memang biar Indonesianya melekat,” kata Arya saat ditemui dalam gala perdana “Empat Musim Pertiwi” di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurut Arya, promosi budaya Indonesia tidak hanya dilakukan melalui busana. Film “Empat Musim Pertiwi” sendiri dinilai telah membawa cerita dan gambaran tentang Indonesia yang dapat diperkenalkan kepada penonton internasional.
“Sebenarnya dengan ‘Empat Musim Pertiwi’, Insyaallah mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia,” ujarnya.
Meski batik telah menjadi pilihan utama, konsep busana dan jenis wastra Nusantara yang akan dikenakan selama masa promosi masih dibahas. Para pemain ingin memastikan unsur budaya Indonesia dapat ditampilkan secara kuat tanpa kehilangan sisi elegan di panggung internasional.
Semangat mengenalkan batik juga disuarakan Nagara Kautsar Pakusadewo, salah satu pemain “Empat Musim Pertiwi”. Bertepatan dengan momentum Hari Batik Nasional, Nagara mengaku telah lama menjadi pencinta batik dan kerap mengenakannya dalam keseharian.
Namun, Nagara tidak memilih batik semata berdasarkan daerah asal. Motif dan ikatan emosional justru menjadi pertimbangan utamanya saat memilih kain.
“Aku batik emang senang, tapi tanpa melihat asalnya dari mana. Jadi kadang kayak suka motifnya, oh ternyata ini dari Solo. Suka motifnya, oh ternyata ini batik Jogja. Cuma emang suka dengan motifnya, enggak bisa dijelaskan kenapa sukanya. Hanya sebatas melihat dan jatuh cinta begitu saja,” kata Nagara.
