Lakeybanget.com – Aleksander Ceferin memastikan kembali maju dalam pemilihan Presiden Uni Sepak Bola Eropa (UEFA). Jika terpilih, pria asal Slovenia itu akan menjalani periode keempat sekaligus masa jabatan terakhirnya selama empat tahun.
Keputusan tersebut disampaikan kepada perwakilan 55 asosiasi sepak bola anggota UEFA dalam pertemuan di Berlin, Jerman, Kamis (8/10/2026). Langkah ini membalikkan sikap Ceferin sebelumnya yang menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri.
UEFA menyebut keputusan itu diambil setelah seluruh 55 asosiasi anggota secara bulat memintanya mempertimbangkan kembali pencalonan. Ceferin mengaku menerima permintaan tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
“Saya ingin berterima kasih kepada asosiasi-asosiasi nasional atas kepercayaan mereka. Kami menghadapi tantangan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir dan menghadapinya sebagai satu tim. Masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, karena itu saya menerima permintaan mereka,” kata Ceferin, dikutip dari The Athletic.
Ceferin pertama kali terpilih sebagai Presiden UEFA pada 2016, menggantikan Michel Platini. Mantan pemain dan pejabat sepak bola asal Prancis itu mengundurkan diri setelah terseret kasus pembayaran yang berkaitan dengan perkara korupsi di FIFA. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemudian menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola kepada Platini.
Selama memimpin UEFA, Ceferin menghadapi berbagai tantangan dalam tata kelola sepak bola Eropa. Ia menegaskan komitmennya menjaga persatuan antaranggota dan memperkuat organisasi untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Saya tetap memiliki ambisi yang sama: menjaga sepak bola Eropa tetap bersatu, membuat permainan ini semakin kuat, dan meninggalkan UEFA dalam kondisi siap untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Pemilihan presiden UEFA dijadwalkan berlangsung dalam Kongres UEFA di Kazakhstan pada April 2027. Jika kembali terpilih, Ceferin akan memimpin organisasi sepak bola tertinggi di Eropa itu hingga 2031.
Selain membahas pencalonan Ceferin, pertemuan di Berlin turut menyinggung arah kepemimpinan FIFA. UEFA selama ini menjadi salah satu pihak yang vokal mengkritik kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah mendorong presiden FIFA lebih berfokus pada penentuan arah strategis organisasi, alih-alih terlibat langsung dalam pengelolaan operasional sehari-hari.
Pembahasan tersebut mencerminkan perhatian UEFA terhadap pembagian peran dan tata kelola di tubuh FIFA, di tengah dinamika hubungan antara federasi sepak bola Eropa dan badan sepak bola dunia tersebut.
