Gegara Dukung Palestina, Macklemore Didepak dari Tur Ed Sheeran

Lakeybanget.com – Rapper Macklemore dicoret dari sisa rangkaian tur stadion Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah pernyataannya soal Palestina memicu kontroversi.

Macklemore sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pembuka dalam delapan dari 10 konser tersisa dalam Loop Tour Sheeran. Tur tersebut akan kembali bergulir pada 19 September di Philadelphia.

Keputusan itu muncul setelah Macklemore menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September. Ia menyerukan “Free Palestine” dan mengatakan warga Gaza serta Tepi Barat tidak dilupakan. Pernyataan tersebut kemudian memicu petisi dari Israeli American Council yang mendesak agar Macklemore dikeluarkan dari tur.

Dalam unggahan di media sosial pada Senin (14/9), Macklemore mengatakan dirinya telah dicoret dari tur setelah sejumlah pemilik stadion menolak mengizinkannya tampil.

Ia secara khusus menyebut Robert Kraft, pemilik New England Patriots sekaligus Gillette Stadium, sebagai pihak yang menurutnya menekan Sheeran dan pemilik venue lainnya agar Macklemore tidak tampil.

Menurut Macklemore, Kraft menghubungi Sheeran setelah kontroversi tersebut dan menyatakan dirinya tidak diperbolehkan tampil di Gillette Stadium. Macklemore juga mengklaim Kraft menggalang dukungan pemilik stadion lain dengan ancaman bahwa konser dapat dibatalkan jika dirinya tetap masuk dalam daftar penampil.

Namun, promotor tur Messina Touring Group memberikan penjelasan berbeda. Promotor menyatakan sejumlah venue untuk jadwal berikutnya tidak akan mengizinkan konser berlangsung apabila Macklemore tetap menjadi bagian dari lineup.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat sejumlah pertunjukan batal dan berdampak pada ratusan ribu penggemar. Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, promotor akhirnya memutuskan Macklemore tidak tampil dalam seluruh jadwal pembuka yang tersisa.

Ed Sheeran kemudian angkat bicara mengenai polemik tersebut. Ia mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan dari promotor dan venue yang menjadi lokasi konser.

Sheeran menyatakan dirinya menghormati Macklemore sebagai seniman dan sebelumnya menyetujui keikutsertaannya dalam tur. Namun, menurut Sheeran, ancaman pembatalan dari venue membuat persoalan tersebut berada di luar kendalinya.

Sheeran juga mengatakan dirinya memilih tidak menjadikan panggung konser sebagai tempat untuk menyampaikan posisi politik terkait konflik Israel-Palestina. Ia menyebut konflik tersebut sebagai tragedi kemanusiaan dan mengatakan penderitaan di kedua pihak tidak seharusnya ditoleransi.

Kraft kemudian membela sikapnya terkait Macklemore. Ia menyatakan penolakannya berkaitan dengan apa yang disebutnya sebagai retorika dan simbol antisemitik, serta menegaskan komitmennya untuk melawan kebencian. Kraft juga menyatakan terbuka untuk berdialog langsung dengan Macklemore mengenai persoalan tersebut.

Macklemore sendiri tetap mempertahankan sikapnya. Ia menegaskan dukungannya kepada Palestina dan menyatakan keputusan untuk berbicara mengenai penderitaan warga Palestina merupakan pilihan yang siap ia tanggung, termasuk risiko kehilangan kesempatan tampil dan peluang bisnis.

Kontroversi tersebut kini merembet ke bagian lain dari tur Sheeran. Sejumlah penampil pendukung, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan band Beoga, mengumumkan pengunduran diri dari rangkaian tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.

Kasus ini pun berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai kebebasan berekspresi musisi, sikap politik di panggung konser, serta batas kewenangan promotor dan pemilik venue dalam menentukan siapa yang boleh tampil.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *