Mengenal Bos Apple Baru John Ternus

Lakeybanget.com –  Era baru dimulai di Apple. John Ternus resmi menjabat sebagai CEO Apple mulai Selasa (1/9), menggantikan Tim Cook yang kini bergeser ke posisi kepala eksekutif perusahaan.

Pergantian ini bukan kejutan. Apple telah mengumumkan Ternus sebagai suksesor Cook jauh sebelumnya. Pria berusia 50 tahun itu selama ini menjadi salah satu figur kunci di balik pengembangan perangkat keras Apple, termasuk transisi besar-besaran Mac dari prosesor Intel ke chip Apple Silicon.

Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 sebagai bagian dari tim Product Design. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Vice President Hardware Engineering pada 2013 dan Senior Vice President Hardware Engineering pada 2021.

Lahir dan besar di Amerika Serikat, Ternus meraih gelar sarjana teknik mesin dari University of Pennsylvania pada 1997. Sebelum bergabung dengan Apple, ia sempat bekerja di Virtual Research Systems.

Di Apple, salah satu proyek awal Ternus adalah pengembangan Apple Cinema Display. Sekitar tiga tahun setelah bergabung, ia dipercaya memimpin sebuah tim. Pada 2005, ia kemudian memimpin pengembangan iMac G5.

Pengalaman bekerja langsung dengan pemasok dan perusahaan perakitan di Asia turut membentuk pemahamannya mengenai manufaktur serta tantangan menerjemahkan desain Apple menjadi produk massal.

Ketika menduduki posisi Vice President Hardware Engineering pada 2013, tanggung jawab Ternus meluas hingga mencakup lini Mac dan iPad. Ia terlibat dalam pengembangan berbagai generasi iPad sekaligus mendorong lahirnya iPadOS.

Menurut Ternus, kemampuan iPad saat itu belum sepenuhnya terpakai karena iOS belum dirancang untuk mengakomodasi layar lebih besar dan prosesor yang lebih bertenaga.

Namanya juga tercatat dalam pengembangan Apple Pencil, iPhone 12, AirPods, sensor LiDAR pada iPhone Pro, hingga Apple Silicon yang menggantikan prosesor Intel di lini Mac.

Pada 2021, Ternus dipercaya memimpin seluruh divisi hardware engineering Apple, termasuk tim pengembang iPhone, iPad, Mac, dan AirPods.

Namun, rekam jejaknya tidak sepenuhnya tanpa cela. Touch Bar pada MacBook Pro yang turut didukungnya akhirnya dihentikan. Butterfly Keyboard yang juga dikembangkan pada eranya menuai keluhan pengguna hingga berujung gugatan hukum.

Pengaruh Ternus di Apple justru semakin besar dalam beberapa tahun terakhir. Pada April 2025, setelah Apple menunda sejumlah fitur Apple Intelligence, tim robotika yang sebelumnya berada di bawah divisi artificial intelligence dan machine learning dipindahkan ke divisi hardware yang dipimpin Ternus.

Perannya kembali melebar pada Januari 2026. Tim desain yang sebelumnya berada di bawah COO Jeff Williams dialihkan kepada Ternus dalam perubahan struktur organisasi Apple.

Posisi tersebut membuat Ternus tidak hanya berkutat pada perangkat keras. Ia kini ikut terlibat dalam pembahasan desain hardware dan software di tingkat eksekutif.

Pengalaman panjang itulah yang mengantarkan Ternus menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Cook. Namun, latar belakangnya membuat pergantian ini berbeda dari dua era kepemimpinan Apple sebelumnya.

Steve Jobs dikenal sebagai sosok yang menggabungkan visi produk dan desain, sementara Tim Cook merupakan figur yang kuat di bidang operasi dan rantai pasok.

Ternus membawa warna berbeda. Ia merupakan CEO Apple pertama yang membangun sebagian besar kariernya dari dunia pengembangan hardware, teknologi, dan produk.

Kini, tantangannya bukan lagi sekadar menciptakan perangkat Apple berikutnya. Ternus harus membuktikan bahwa keahlian teknis dan pengalaman panjangnya di balik layar mampu diterjemahkan menjadi visi baru untuk perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *