Lakeybanget.com — Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, mengecam keras insiden pelemparan flare yang mengarah ke kiper Cremonese asal Indonesia, Emil Audero, dalam laga Liga Italia di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2) dini hari WIB. Marotta secara khusus memuji sikap profesional Audero yang tetap melanjutkan pertandingan meski sempat menjadi korban insiden tersebut.
Pertandingan Cremonese kontra Inter Milan sempat terhenti sementara pada menit ke-48 setelah sebuah flare, yang disebut juga sebagai petasan, dilempar dari tribun pendukung tim tamu dan meledak di dekat posisi Emil Audero. Akibat kejadian itu, laga dihentikan sekitar tiga menit karena Audero harus mendapatkan perawatan medis.
Emil Audero, yang pernah membela Inter Milan pada musim 2023/2024 sebelum bergabung dengan Cremonese pada 2025, mengaku sempat merasakan ketakutan usai petasan meledak di dekatnya. Meski demikian, ia tidak mengalami cedera serius dan dinyatakan mampu melanjutkan pertandingan.
Inter Milan disebut beruntung karena pertandingan tetap berlanjut. Jika laga dihentikan secara permanen akibat insiden tersebut, Nerazzurri berpotensi dijatuhi hukuman kalah 0-3. Namun, berkat keputusan Audero untuk tetap bermain, sanksi itu tidak diterapkan.
Usai pertandingan, Marotta menegaskan bahwa tindakan pelemparan flare sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.
“Olahraga memiliki nilai-nilai yang sangat jauh dari apa yang kita saksikan. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan atas tindakan ini, dan saya yakin hal ini juga dirasakan oleh seluruh pendukung Inter. Sepak bola harus sepenuhnya terlepas dari insiden semacam ini. Kami mengutuknya sekeras-kerasnya,” ujar Marotta kepada Sky Italy, dikutip dari CBS Sports.
Marotta juga menyampaikan apresiasi kepada Emil Audero atas sikap profesional yang ditunjukkan di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya. Pihak berwenang akan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Kecaman dari seluruh klub Inter atas apa yang terjadi adalah tegas dan total. Ini adalah tindakan yang benar-benar tidak masuk akal,” katanya.
