Lakeybanget.com – Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengungkap alasan di balik keputusannya tidak memainkan Mohamed Salah saat menghadapi Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final Liga Champions.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, Salah hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga. Keputusan tersebut diambil Slot karena situasi pertandingan yang memaksa timnya lebih fokus bertahan.
Slot menjelaskan bahwa Liverpool berada di bawah tekanan besar, terutama pada fase akhir pertandingan. Ia menilai kondisi tersebut tidak ideal untuk memaksimalkan kontribusi pemain seperti Salah.
“Saya pikir bagian akhir pertandingan lebih tentang bertahan hidup bagi kami daripada mencetak gol. Selama 20-25 menit kami hanya bertahan,” ujar Slot.
Menurutnya, kualitas ofensif Salah tidak akan optimal jika harus terus berada di area pertahanan sendiri. Oleh karena itu, ia memilih menyimpan tenaga sang pemain untuk pertandingan berikutnya.
Liverpool sendiri harus mengakui keunggulan PSG dengan skor 0-2. Tim tuan rumah membuka keunggulan melalui Desire Doue pada menit ke-11, sebelum Khvicha Kvaratskhelia menggandakan skor pada menit ke-65.
Sepanjang pertandingan, Liverpool kesulitan mengembangkan permainan. Mereka tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya menguasai bola sekitar 26 persen.
Untuk meredam agresivitas PSG, Slot menerapkan strategi lima bek dengan menurunkan Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, dan Joe Gomez sebagai trio bek tengah.
Namun, pendekatan defensif tersebut berdampak pada minimnya daya gedor Liverpool. Meski melakukan lima pergantian pemain, Slot tetap tidak memberi kesempatan bermain kepada Salah.
Dalam catatan Liga Champions, ini menjadi momen langka bagi Salah. Dari seluruh penampilannya bersama Liverpool di kompetisi ini, baru tujuh kali ia tidak dimainkan sama sekali.
Di sisi lain, PSG melanjutkan tren positif saat menghadapi klub Inggris di kompetisi Eropa. Mereka kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir, dengan enam kemenangan dan satu hasil imbang.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Liverpool jelang leg kedua, terutama dalam upaya membalikkan keadaan dan menjaga asa lolos ke semifinal.
