Lakeybanget.com – Di tengah sorotan publik terhadap para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Tasya Kamila angkat bicara mengenai perjalanan akademik dan kontribusinya bagi Indonesia.
Tasya merupakan salah satu figur publik yang memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi Magister di Columbia University, Amerika Serikat. Ia mengambil program Public Administration in Energy and Environmental Policy dan menyelesaikan studinya dalam kurun waktu dua tahun, 2016–2018, dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,75.
Tak hanya berprestasi secara akademik, mantan penyanyi cilik itu juga aktif dalam berbagai organisasi internasional. Ia tercatat mewakili Indonesia di Sustainable Development Solutions Network – Youth, organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Tasya kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai peserta, delegasi Indonesia, hingga moderator.
Sepulang ke Tanah Air, Tasya terlibat dalam sejumlah kegiatan pembangunan dan pemberdayaan. Ia berpartisipasi dalam pengembangan proyek Desa Mandiri di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia juga sempat menjalani magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia guna mendalami kebijakan energi baru dan terbarukan.
Dalam penjelasannya, Tasya memaparkan sejumlah tanggung jawab yang dijalankan selama Masa Bakti LPDP setelah menyelesaikan studi. Di antaranya kembali ke Indonesia dan menetap selama masa bakti, berperan sebagai pembuat kebijakan sekaligus jembatan antara pemerintah dan publik dalam kapasitasnya sebagai figur publik, termasuk mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Ia juga menginisiasi gerakan akar rumput melalui yayasan Green Movement Indonesia untuk mendorong keberlanjutan lingkungan, memberdayakan generasi muda lewat berbagai gelar wicara, seminar, dan lokakarya bertema lingkungan, serta menjadi pengajar pada platform pendidikan daring untuk mata pelajaran Geografi, Lingkungan Hidup, dan Bahasa Inggris tingkat SMA.
Tak berhenti di sana, pelantun lagu “Aku Anak Gembala” itu turut melestarikan lagu anak Indonesia dan aktif membagikan informasi seputar pola asuh, tumbuh kembang anak, serta kesehatan melalui media sosial demi mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Menurut Tasya, pertanyaan publik mengenai kontribusi penerima beasiswa LPDP merupakan hal yang wajar. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada negara bukan hanya sebatas memenuhi masa bakti.
“Buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Tasya.
