Lakeybanget.com – PSSI membuka opsi mencari lawan tanding di luar kawasan Timur Tengah untuk Timnas Indonesia pada FIFA Match Day November 2026. Langkah ini disiapkan jika situasi keamanan di negara-negara yang sebelumnya masuk rencana pertandingan dinilai tidak kondusif.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, federasi telah menjalin kesepakatan dengan sejumlah negara di Timur Tengah untuk menggelar pertandingan. Namun, kepastian agenda tersebut masih bergantung pada kondisi keamanan di negara tujuan.
“Kalau kondisi (kawasan Timur Tengah) ternyata tidak kondusif (untuk laga FIFA Match Day melawan timnas dari negara-negara di kawasan itu), terpaksa kami harus mencari lawan tanding lain di negara lain,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Erick menjelaskan, PSSI akan menghubungi negara-negara yang telah menyepakati rencana pertandingan dalam satu hingga dua hari ke depan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan sekaligus kesiapan mereka menjadi tuan rumah laga tandang skuad Garuda.
Jika negara tujuan tidak dapat menjamin keamanan pertandingan, PSSI akan mencari alternatif dari kawasan lain. Federasi ingin memastikan agenda persiapan timnas tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pemain dan ofisial.
Erick turut menyebut Australia dan Korea Selatan sebagai negara yang sedang mempertimbangkan penyesuaian jadwal pertandingan mereka. Namun, ia belum memastikan kedua negara tersebut masuk dalam daftar calon lawan Timnas Indonesia.
“Saya dengar negara-negara seperti Australia, Korea Selatan, yang sudah punya jadwal yang mirip, mereka juga sedang mempertimbangkan,” ujarnya.
PSSI masih harus mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menetapkan lawan pengganti, mulai dari ketersediaan jadwal, kesepakatan antarfederasi, hingga kebutuhan teknis tim pelatih.
Karena itu, keputusan mengenai lawan dan lokasi pertandingan FIFA Match Day November belum ditetapkan. Hasil koordinasi dengan negara-negara terkait akan menjadi penentu langkah selanjutnya.
Agenda FIFA Match Day November dirancang sebagai bagian dari persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Pelatih kepala John Herdman menginginkan skuad Garuda menjalani pertandingan tandang agar para pemain terbiasa menghadapi kondisi berbeda di luar negeri.
Menurut Erick, pengalaman tersebut penting karena persiapan tim nasional tidak hanya berkaitan dengan strategi dan permainan di lapangan. Faktor cuaca, lingkungan, perjalanan, hingga pengaturan logistik juga perlu diperhitungkan.
“Coach John ingin tim mulai merasakan atmosfer, udara, dan lain-lainlah, termasuk logistik, perjalanan, kan itu mesti dicoba semua,” kata Erick.
Dengan menjalani laga tandang, para pemain diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dalam turnamen internasional, termasuk beradaptasi dengan kondisi di negara lawan.
PSSI kini menunggu kepastian keamanan dari negara-negara yang telah menjalin kesepakatan. Jika situasi Timur Tengah tidak memungkinkan pertandingan digelar, federasi siap mengalihkan agenda ke negara lain demi menjaga program persiapan Timnas Indonesia tetap berjalan.
