Lakeybanget.com – AI dan internet industri kian mengubah cara masyarakat China bekerja, berbelanja, hingga menikmati hiburan. Teknologi tersebut dipamerkan dalam Konferensi Internet Industri Global (GIIC) 2026 di Shenyang, Provinsi Liaoning, pada 8-10 September 2026.
Di stan China Mobile, pengunjung mengenakan kacamata 3D dan menyaksikan panorama kota hingga koleksi museum seolah berada di depan mata. Efek kedalaman visual membuat objek tampak keluar dari layar.
“Dengan mengandalkan jaringan komputasi berkecepatan tinggi dan teknologi rendering kecerdasan buatan (AI) kami, pengguna dapat menikmati pengalaman menonton 3D yang imersif dari rumah,” kata Wang Haimo, manajer proyek China Mobile Liaoning, dalam konferensi tersebut.
GIIC 2026 mengusung tema “transformasi cerdas, peningkatan digital, dan industri yang diberdayakan oleh AI”. Ajang ini mempertemukan pelaku industri yang memamerkan teknologi hasil integrasi internet industri dan AI, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi tersebut mulai menciptakan berbagai skenario baru dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Xie Yuansheng mengatakan model baru seperti manufaktur cerdas, desain berbasis platform, dan kustomisasi personal telah diterapkan secara luas. Teknologi tersebut dinilai menjadi pendorong industrialisasi baru di China.
Teknologi wearable menjadi salah satu daya tarik pameran. Pengunjung dapat mencoba kacamata AI yang mampu menampilkan terjemahan percakapan bahasa Inggris ke bahasa Mandarin langsung pada lensa.
Perangkat tersebut juga dapat menerjemahkan teks asing hanya dengan melihatnya.
Zhang Xinyan, manajer demonstrasi iFlytek, mengatakan kacamata tersebut menggabungkan penerjemahan suara, penerjemahan visual, dan interpretasi simultan dalam 122 bahasa.
Teknologi ini tidak hanya menyasar konsumen. Di sektor industri, kacamata AI berpotensi digunakan untuk pertukaran teknis lintas negara, pemeriksaan peralatan, hingga koordinasi rantai pasok.
Perkembangan tersebut menunjukkan internet industri mulai bergerak melampaui mesin dan pabrik, menuju perangkat yang dikenakan manusia dan berinteraksi langsung dengan pekerja.
Skala industri ini juga terus membesar. Data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menunjukkan industri inti internet industri telah menembus 1,6 triliun yuan, atau sekitar Rp4.180 triliun dengan asumsi kurs Rp2.614 per yuan.
Pada 2025, China telah membangun 26.000 jaringan privat 5G industri.
Pemerintah China menargetkan ekspansi lebih agresif hingga 2030. Delapan lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, telah menetapkan target pembangunan 50.000 jaringan privat 5G industri serta nilai tambah industri inti internet industri di atas 2,5 triliun yuan.
Dampak teknologi itu terlihat nyata di sektor manufaktur. Internet industri mulai mengubah pola produksi massal menjadi produksi yang lebih fleksibel dan personal.
Di Dayang Group, produsen pakaian di Dalian, pelanggan cukup mengunggah data ukuran tubuh dan memilih bahan secara daring. Data tersebut kemudian masuk ke platform internet industri milik perusahaan.
Sistem AI mencocokkan pola, menghasilkan instruksi produksi, dan mengendalikan mesin pemotong pintar.
Hasilnya drastis.
Hu Dongmei, manajer umum Dayang Group, mengatakan sebelum transformasi digital, pembuat pola berpengalaman membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk membuat pola berdasarkan ukuran pelanggan.
“Kini, proses tersebut hanya memakan waktu dua detik,” kata Hu.
Bukan hanya pola yang dipercepat. Setelan jas pesanan khusus kini dapat diselesaikan dalam tiga hari.
Transformasi itu memperlihatkan arah baru industri China: AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi mesin utama yang menghubungkan konsumen, data, perangkat, dan proses produksi dalam satu ekosistem digital.
