Google Cloud: Dua Faktor Ini Ngak Bakal Gantikan Kemampuan Manusia di Era AI, Apa Itu?

Lakeybanget.com – Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific, Moe Abdula, menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) tidak akan mampu menggantikan dua kemampuan mendasar yang dimiliki manusia, yakni empati serta kemampuan untuk terus beradaptasi dan menciptakan inovasi.

Menurut Moe, kedua keterampilan tersebut telah bertahan melewati berbagai gelombang perkembangan teknologi dan diyakini akan tetap menjadi nilai utama manusia di era AI.

“Saya pikir ada keterampilan manusia yang akan bertahan, dan mereka telah melewati semua pergeseran teknologi di masa lalu. Kemampuan kita untuk memiliki empati dan koneksi adalah hal yang sangat manusiawi,” kata Moe usai acara taklimat media Google Cloud di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi, merasakan kondisi orang lain, serta memberikan respons yang tepat dalam interaksi sosial merupakan aspek yang sulit ditiru oleh teknologi, termasuk AI.

Sebagai contoh, Moe menyoroti profesi kepolisian yang menuntut interaksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai situasi. Menurutnya, kemampuan aparat dalam meredakan ketegangan, memahami kondisi seseorang, hingga membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat membutuhkan empati dan penalaran yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

“Keterampilan memahami bagaimana meredakan ketegangan, memahami kondisi, dan membantu seseorang memahami apa yang benar atau salah adalah hal yang sangat manusiawi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa karakteristik tersebut membuat sejumlah profesi yang mengandalkan hubungan antarmanusia, penilaian situasional, dan kecerdasan emosional akan lebih sulit tergantikan oleh AI.

Selain empati, Moe menyebut kemampuan manusia untuk terus belajar, beradaptasi, dan menemukan cara baru dalam menyelesaikan persoalan sebagai keunggulan lain yang membedakan manusia dari AI.

Menurutnya, AI bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga kemampuannya bergantung pada informasi yang telah dipelajari. Sementara itu, manusia mampu melampaui pengetahuan yang ada dengan menciptakan pendekatan baru sesuai perkembangan zaman.

Untuk menggambarkan kemampuan tersebut, Moe mencontohkan perjalanan manusia dalam mengembangkan teknologi transportasi, mulai dari memanfaatkan hewan sebagai alat transportasi hingga menciptakan kendaraan modern.

Ia juga menyinggung perubahan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Kemampuan berhitung manual yang dahulu menjadi tolok ukur kecerdasan, menurutnya, mengalami pergeseran setelah hadirnya kalkulator. Namun, manusia tidak berhenti pada penggunaan teknologi tersebut, melainkan memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks.

“Manusia terus menemukan cara baru untuk bekerja dan memanfaatkan teknologi. Itu adalah keterampilan yang hanya dimiliki manusia,” kata Moe.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi akan menjadi keterampilan yang semakin penting di tengah pesatnya perkembangan AI.

Show Comments (0) Hide Comments (0)
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *