Lakeybanget.com – Podcast telah berubah dari sekadar medium hiburan menjadi bisnis media bernilai besar. Kreator dengan audiens loyal kini bisa meraup puluhan juta dolar dari iklan, kontrak distribusi, lisensi, langganan hingga acara langsung.
Skala bisnis itu tergambar dalam daftar 20 podcaster berpenghasilan tertinggi 2026 versi Forbes. Joe Rogan kembali menduduki posisi teratas lewat The Joe Rogan Experience, dengan estimasi pendapatan US$82 juta atau sekitar Rp1,45 triliun pada periode Juni 2025–Juni 2026.
Angka tersebut merupakan estimasi pendapatan sebelum pajak yang berkaitan dengan aktivitas podcast. Forbes memperhitungkan berbagai sumber pemasukan, termasuk jaminan minimum, biaya platform, bagi hasil pendapatan dan acara langsung.
Rogan unggul US$12 juta dari pasangan John Coogan dan Jordi Hays, pencipta podcast teknologi TBPN, yang berada di posisi kedua dengan pendapatan sekitar US$70 juta.
The Joe Rogan Experience dikenal lewat format percakapan panjang dengan tamu dari berbagai bidang, mulai hiburan, olahraga, sains, bisnis hingga politik.
Kekuatan Rogan tidak hanya berasal dari popularitas, tetapi juga dari skala distribusi. Pada 2024, Spotify memperbarui kerja sama multiyears dengan Rogan. Podcast tersebut tak lagi eksklusif di Spotify sehingga dapat didistribusikan ke berbagai platform, sementara Spotify tetap menangani pengembangan bisnis dan iklannya.
Kesepakatan itu dilaporkan Associated Press berpotensi bernilai hingga US$250 juta selama masa kontrak.
Posisi kedua menjadi salah satu kejutan dalam daftar Forbes. TBPN milik Coogan dan Hays merupakan podcast yang berfokus pada berita serta perkembangan teknologi dan bisnis.
Forbes mencatat OpenAI mengakuisisi TBPN dengan nilai yang diperkirakan sekitar US$150 juta, dalam kombinasi uang tunai dan saham. Saat akuisisi, TBPN memiliki tim sekitar 11 orang.
Di bawah TBPN, Steven Bartlett menempati posisi ketiga lewat The Diary of a CEO dengan pendapatan US$45 juta. Posisi berikutnya ditempati Ashley Flowers melalui Crime Junkie dengan US$42 juta.
Sementara itu, trio Will Arnett, Jason Bateman, dan Sean Hayes meraih US$37 juta lewat SmartLess.
20 Podcaster Berpenghasilan Tertinggi
Berikut daftar lengkap estimasi pendapatan podcaster versi Forbes:
- Joe Rogan — The Joe Rogan Experience: US$82 juta
- John Coogan & Jordi Hays — TBPN: US$70 juta
- Steven Bartlett — The Diary of a CEO: US$45 juta
- Ashley Flowers — Crime Junkie: US$42 juta
- Will Arnett, Jason Bateman & Sean Hayes — SmartLess: US$37 juta
- Mel Robbins — The Mel Robbins Podcast: US$35 juta
- Jason & Travis Kelce — New Heights: US$35 juta
- Alex Cooper — Call Her Daddy: US$32 juta
- Jon Favreau, Jon Lovett, Dan Pfeiffer & Tommy Vietor — Pod Save America: US$28 juta
- Charlamagne Tha God — The Breakfast Club: US$27 juta
- Dax Shepard — Armchair Expert: US$25 juta
- Amy Poehler — Good Hang: US$24 juta
- Bill Simmons — The Bill Simmons Podcast: US$22 juta
- Jay Shetty — On Purpose: US$21 juta
- Joe Budden — The Joe Budden Podcast: US$20 juta
- Tucker Carlson — The Tucker Carlson Show: US$20 juta
- Scott Galloway — Prof G Pod: US$19 juta
- Andrew Huberman — Huberman Lab Project: US$18 juta
- Dan Katz & Eric Sollenberger — Pardon My Take: US$18 juta
- Hannah Berner & Paige DeSorbo — Giggly Squad: US$18 juta
Bukan Sekadar Uang Iklan
Daftar tersebut menunjukkan bagaimana model bisnis podcast telah berkembang. Iklan masih menjadi sumber pendapatan penting, tetapi podcaster papan atas kini mengandalkan kombinasi kontrak distribusi, lisensi, bagi hasil, langganan, platform fees, serta acara langsung.
Forbes menyusun estimasi melalui wawancara dengan agen, pengacara, manajer, eksekutif industri dan sejumlah pakar. Karena itu, angka yang ditampilkan bukan sekadar hasil penjualan iklan.
Jay Shetty, misalnya, diperkirakan menghasilkan US$21 juta dari On Purpose. Ia kemudian memperoleh kesepakatan dengan Spotify dan Netflix untuk distribusi audio serta video podcast, yang nilainya diperkirakan mencapai US$100 juta selama tiga tahun.
Model berbeda diterapkan Joe Budden. Ia mengembangkan bisnis yang lebih independen melalui layanan berlangganan. Forbes mencatat The Joe Budden Podcast memiliki lebih dari 70.000 pelanggan berbayar di Patreon.
Ledakan pendapatan tersebut menegaskan satu perubahan penting: podcast kini adalah bisnis media.
Kreator yang berhasil membangun audiens besar memiliki daya tawar terhadap perusahaan teknologi, jaringan media dan pengiklan. Biaya produksi podcast relatif lebih rendah dibandingkan televisi, tetapi jangkauannya dapat dibangun secara global dan konsisten sepanjang tahun.
Di level teratas, iklan yang dibacakan langsung oleh host juga memiliki nilai tinggi. Pengiklan bukan hanya membeli ruang promosi, tetapi memanfaatkan hubungan dan tingkat kepercayaan yang telah dibangun kreator dengan pendengarnya.
Meski demikian, angka Forbes bukan berarti pendapatan bersih yang masuk ke kantong pribadi. Estimasi tersebut merupakan pendapatan sebelum pajak dan belum memperhitungkan biaya seperti agen, manajer dan pengacara.
Tetap saja, skala penghasilan para kreator papan atas menunjukkan arah industri yang semakin jelas: podcast bukan lagi sekadar konten. Ia telah menjadi aset media dengan nilai ekonomi puluhan juta dolar.
