Lakeybanget.com – Aryna Sabalenka tinggal selangkah lagi mencetak sejarah di US Open 2026. Petenis nomor satu dunia asal Belarus itu melaju ke final setelah menyingkirkan Jessica Pegula dalam dua set, 7-5, 6-2, di Arthur Ashe Stadium, New York, Jumat (11/9/2026) WIB.
Kemenangan tersebut mengantar Sabalenka ke final US Open untuk kali keempat secara beruntun. Ia juga semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar yang diraihnya dalam dua edisi terakhir.
Sabalenka merupakan juara US Open 2024 dan 2025, setelah sebelumnya menjadi runner-up pada 2023.
Pegula mampu memberikan perlawanan sengit pada set pertama. Kedua petenis sama-sama mempertahankan servis hingga skor 5-5.
Namun, Sabalenka mulai menemukan celah di momen krusial. Ia merebut gim ke-11, kemudian mematahkan servis Pegula pada gim berikutnya untuk mengunci set pertama 7-5.
Memasuki set kedua, Sabalenka tampil jauh lebih agresif. Ia langsung menekan servis Pegula dan tidak memberikan kesempatan lawannya mengembangkan permainan.
Pegula kesulitan saat mengandalkan servis kedua. Sabalenka memanfaatkan kondisi tersebut untuk terus memperlebar keunggulan sebelum menutup pertandingan dengan skor 6-2.
“Saya sangat ingin menang. Saya kalah dalam pertandingan yang sulit melawan Jess di lapangan rumput dan tak tampil terlalu baik di pertengahan musim,” kata Sabalenka dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari WTA.
“Rasanya, jika berbicara tentang Grand Slam, ini seperti dorongan terakhir bagi saya pada musim ini. Saya sangat ingin mencapai final dan tentu saja ingin melangkah sampai akhir.”
Kemenangan atas Pegula kembali menegaskan dominasi Sabalenka di New York. Dalam tiga edisi terakhir US Open, keduanya selalu bertemu dan Sabalenka selalu keluar sebagai pemenang, termasuk di final 2024 dan semifinal 2025.
Pencapaian tersebut juga menempatkan Sabalenka dalam jajaran elite tenis putri era Open. Ia menjadi petenis putri yang mampu mencapai sedikitnya empat final tunggal US Open secara beruntun, menyamai legenda seperti Evonne Goolagong Cawley, Chris Evert, Martina Navratilova, Steffi Graf, dan Serena Williams.
“Saya merasa apa pun keputusan yang saya buat adalah keputusan yang tepat. Melawan Jess hari ini, dibandingkan pertandingan terakhir kami, level permainan saya jelas lebih baik,” ujar Sabalenka.
Di final, Sabalenka akan menghadapi Elena Rybakina. Petenis Kazakhstan tersebut sebelumnya menyingkirkan Coco Gauff dan dipastikan naik ke posisi nomor satu dunia setelah US Open.
Artinya, final tahun ini akan mempertemukan Sabalenka, penguasa peringkat saat ini, dengan Rybakina yang segera mengambil alih takhta WTA.
Sabalenka memburu gelar Grand Slam kelima sekaligus trofi US Open ketiganya secara beruntun. Jika berhasil, ia akan menyamai Chris Evert dan Serena Williams sebagai petenis putri yang mampu menjuarai US Open tiga kali berturut-turut pada era Open.
